Temuan Bayi Dalam Kardus Gegerkan Warga Banjar Tegal

Bayi laki-laki yang ditemukan dalam kardus depan pintu masuk sebuah TPA di Jalan Parikesit, Banjar Tegal Singaraja telah mendapatkan penanganan medis di RS Kertha Husada, Singaraja.

Singaraja, koranbuleleng.com| Warga di Jalan Parikesit Kelurahan Banjar Tegal Kecamatan Buleleng geger dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, Rabu, 9 Januari 2019. Bayi itu ditemukan dalam kardus di depan pintu masuk sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA).

Bayi dengan kondisi tali pusar masih melekat itu ditemukan pertama kali oleh Made Arsana, warga Kelurahan Banjar Tegal sekitar pukul 05.15 wita. Bayi itu diletakan dalam sebuah dus minuman dengan terbungkus kain. Didalam dus juga terdapat uang tunai senilai Rp200 ribu.

Temuan itu selanjutnya membuat warga sekitar berlarian dan mengerumuni bayi. Arapat Kelurahan Banjar Tegal  selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian, sementara bayi langsung dilarikan ke RS Kerta Usadha Singaraja untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang mendapatkan laporan itu langsung menuju lokasi kejadian. Beberapa warga di sekitar lokasi juga sempat dimintai keterangan untuk mendapatkan identitas pembuang bayi. Bahkan, anggota Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja sempat meminta keterangan dari penghuni rumah kos yang lokasinya tidak jauh dari tempat bayi ditemukan.

Sementara, dari hasil pemeriksaan medis di RS Kerta Husada, bayi tersebut memiliki panjang tubuh 5,2 centimeter dan berat 3,3 kilogram. Usia bayi dalam kandungan diperkirakan sudah 39 minggu.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait dengan temuan bayi malang ini.

Made Arsana, yang menemukan bayi tersebut bercerita menemukan bayi tersebut sekitar pukul 05.30 wita. Karena kaget dan kasihan, istrinya sempat ingin langsung mengangkat dan membawa pulang bayi malang ini, namun tak diperkenankan Arsana. Akhirnya, pilihannya, Arsana melaporkan hal itu kepad akepala lingkungan.

“Dan kebetulan dekat situ, ada juga warga yang berprofesi sebagai polisi. Lalu saya bilang ada bayi ini,” ujarnya.

Dari kondisi itu, bayi langsung dibawa ke RS Kertha Husada agar mendapatkan penganganan medis lebih baik. |RM|