Jembatan Batu Pulu Belum Diaspal

Jembatan Batu Pulu di Desa Pemaron sudah hampir rampung, cuma belum ad apengaspalan dari pihak rekanan.

Singaraja, koranbuleleng.com|Pembangunan jembatan Batu Pulu, di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng sudah hamper rampung, tinggal pengaspalan.

Kendalanya, diawal tahun ini penyedia jasa aspal jenis hotmix belum memproduksi aspal. Pihak rekanan yang menggarap jembatan ini juga sampai kini sedang berupaya untuk mencari aspal, walaupun pengerjaan jembatan ini sebenarnya sudah telat dari waktu pengerjaan yang sudah dijadwalkan sejak awal.

“Mereka belum memproduk hotmix tersebut, karena memang belum ada paket kontrak yang mulai. Apalagi yang dibutuhkan sedikit, hanya 47 ton. Itu yang membuat harus menunggu,” Jelasnya.

Sementara terkait dengan mekanisme pelunasan pembayaran terhadap rekanan, Suparta Wijaya menyebut jika sisa termin akan dibayarkan melalui APBD Perubahan Buleleng tahun 2019. Pasalnya, proses pembayaran sebelum berakhirnya tahun anggaran 2018, Pemkab Buleleng sudah membayarkan kepada rekanan sebesar 85 persen, sementara sisanya akan dibayarkan setelah rekanan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Hanya saja, karena penyelesaian proyek sudah melampaui tahun anggaran 2018, maka sisa pembayaran itu menjadi Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) dan kembali ke kas Daerah.

“Jika nanti sudah rampung dan serah terima, akan diberita acarakan, nanti bayarnya di APBD Perubahan. Karena penyelesaiannya melampaui tahun anggaran makanya menjadi hutang daerah, dan harus melalui proses audit,” Ujarnya.

Untuk diketahui, proyek pengerjaan Jembatan Tukad Batu Pulu ini mulai dikerjakan sejak tanggal 30 Juli lalu atau selama 150 hari kalender. Semestinya, proyek senilai Rp1,041 miliar ini rampung dikerjakan oleh CV Arya Dewata Utama pada tanggal 26 Desember 2018 mendatang.

Hanya saja, hingga masa pengerjaan berakhir, jembatan tersebut tak kunjung rampung. Dinas PUPR Buleleng pun akhirnya memberikan tambahan waktu kepada CV Arya Dewata Utama untuk menuntaskan hingga 50 hari kedepan. Dengan konsekuensi, rekanan dikenakan denda sebesar 1 permil dari nilai kontrak setiap hari sampai selesai dikerjakan. |RM|