Mobil Dinas Mr.Pudja Direstorasi Akan Dipajang di Museum Soenda Ketjil

Seorang wisatawan berkunjung ke Museum Soenda Ketjil. Museum Sunda Ketjil masih kekurangan koleksi materi sejarah Buleleng dari era penjajahan hingga masa pemerintahan Soenda Ketjil. |Foto : Putu Nova A Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng akan merestorasi mobil dinas Gubernur Sunda Kecil, Mr. I Gusti Ketut Puja. Mobil tua itu kondiisnya memang sudah rusak dan tak bisa dipakai, namun masih di pajang di areal museum Buleleng. Nanti, setelah direstorasi, mobil antik tersebut akan dipajang di Museum Sunda Ketjil, di bekas Pelabuhan Buleleng, di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja.

Museum Sunda Ketjil di bekas Pelabuhan Buleleng sebenarnya sudah resmi dibuka untuk umum sejak pertengahan tahun 2018. Namun koleksinya masih sangat kurang. Disitu baru ada beberapa foto hasil dari reproduksi yang dibuat dengan beragam latar.

Disisi lain, Dinas Kebudayaan kini sedang memastikan terkait dengan bantuan buku dan produksi film dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melengkapi koleksi di dalam museum.  

Buku dan film tersebut berisi tentang sejarah dan dokumen lain terkait dengan masa dimana Singaraja menjadi ibukota pemerintahan Sunda Kecil di masa lalu. Wilayah Pemerintahan Sunda Kecil dimasa lalu meliputi Bali, NTB dan NTT. Namun sampai saat ini, item bantuan tersebut justru tidak ada kabar pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang menjelaskan seluruh proyek renovasi gedung dan penataan ruang pameran serta pengadaan sarana pendukung untuk museum Sonda Ketjil dibantu sebesar Rp 1 miliar dari Direktorat Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sementara, dokumen pelengkap berupa buku dan film itu juga bantuan dari pemerintah pusat. Hanya saja, bantuan lanjutan itu tidak jelas nasibnya sampai sekarang. Konon, terhambatnya realisasi bantuan pelengkap itu karena pejabat yang membidangi menjalani mutasi jabatan.

“Dua jenis bantuan lain belum terealisasi, di mana rinciannya pengadaan buku dan kedua menyangkut pembuatan film. Kebetulan kegiatan yang bantuan pusat itu, ditangani pusat, dan situasi ini kami tidak bisa berbuat banyak”, katanya.

Gede Komang berencana melayangkan surat secara resmi ke Direktorat Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mempertanyakan nasib bantuan buku dan produksi film tersebut.

Upaya lain, Disbud Buleleng juga menjemput sejumlah bukti sejarah dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan dari Museum Nasional Jakarta. Barang peninggalan sejarah itu diantaranya foto, tulisan-tulisan tangan dan beberapa judul buku, dan pakaian.  

“Untuk koleksi barang peninggalan beliau (Mr. I Gusti Ketut Pudja-red) sudah kami jemput dan itu setelah ada persetujuan dari pihak keluarga,” jelasnya. |DI|