Rasa Riang Siswa Luar Biasa Tunjukkan Bakat Seni

Pentas seni SLB 1 Buleleng |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Siswa-siswi di SLB Negeri 1 Buleleng bergembira sepuasnya. Rasa riangnya seperti tak berbatas. Mereka menunjukkan ragam ekspresi dan kreatifitas karena guru-guru mereka memberikan ruang pada siswa menunjukkan bakat dan kemampuannya dalam pagelaran seni yang berlangsung di sekolah tersebut, Jumat 25 Janari 2019.

Di atas panggung sederhana, sudah terlihat beberapa siswa menunjukkan kebolehannya dalam menari. Gerakan agem, tandang, maupun tangkepnya nyaris sempurna. Walaupun terkadang, gerakan yang dihasilkan ada beberapa yang tidak selaras dengan gamelan yang dialunkan.

Namun mereka menari ditengah keterbatasan fisiknya. Tidak seperti penari professional yang telah berlatih bertahun-tahun dengan kondisi fisik yang lebih unggul.

Walaupun tidak sempurna, namun kebolehan yang mereka tampilkan di atas panggung itu sudah pantas mendapatkan apresiasi karena tidak mudah mempraktekkan sebuah seni ditengah beragam keterbatasan fisik.

Yang patut juga mendapatkan apresiasi tentu saja adalah para guru Pembina mereka di sekolah yang berlokasi di Jalan Yudistira itu. Bayangkan saja, guru-guru itu pastilah memiliki tingkat kesabaran yang tinggi untuk melatih mereka, hingga akhirnya siap tampil.

Pentas seni kali ini adalah yang keduakali. Dimanfaatkan sebagai ajang untuk menunjukkan potensi kesenian siswa SLB ini, termasuk juga untuk melatih mental agar mereka lebih percaya diri tampil di depan umum.

Para siswa menampilkan sejumlah pagelaran kesenian. Ada seni suara, seni tari, seni modern hingga kegiatan fashion show. Bahkan, dalam pagelaran bertajuk pentas seni itu, SLB menciptakan sebuah garapan “Drama Kolosal” yang menggabungkan seni tradisi dan modern. Drama kolosal itu bertajuk “Swadharmaning Kauripan”.

Dimana dalam Drama itu menampilkan gamelan Bali, tari Bali, pantomim, hingga peragaan busana oleh siswa-siswi setempat. Proses persiapannya pun terbilang cepat, yakni selama tiga minggu.  

“Kami membuat garapan drama kolosal ini untuk mengkompilasikan keduanya. Jadi semuanya berkesempatan tampil dalam satu panggung,” jelas Kepala SLBN 1 Buleleng Wayan Cirtha.

Menurutnya, Pentas Seni siswa ini akan menjadi sebuah agenda tahunan, sebagai wadah untuk menampilkan segala potensi kesenian yang dimiliki para siswa. Termasuk sebagai pembuktian juga, jika siswa disabilitas juga mampu berkreativitas seperti warga normal umumnya.

Berkesenian memang menjadi salah satu program prioritas sekolah dalam hal pengembangan potensi para siswa. Terlebih lagi memang sebagian besar siswa memiliki bakat yang luar biasa dalam potensi non akademik termasuk seni, tanpa mengenyampingkan pendidikan akademik para siswa.

Terlebih lagi, SLB negeri 1 Buleleng memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pengembangan bakat siswa dalam bidang seni.

“Kalau sarapras sudah kita miliki, untuk mereka bisa tampil kedepan. Termasuk juga kerjasama kita dengan pihak ketiga untuk menunjang dan membantu pengembangan bakat para siswa,” Kata Cirtha.

Sementara itu, Ketua Komite SLB Negeri 1 Buleleng I Gusti Bagus Ngurah Agung Surya Wibawa memberikan apresiasi terhadap kegiatan pentas seni oleh pihak sekolah. Baginya, kegiatan ini bisa dijadikan ajang untuk mengembangkan prestasi siswa. Sehingga nantinya, sekolah bisa menciptakan anak yang berkualitas dan mampu bersaing dengan masyarakat umum.

“Dari komite sangat berbangga, anak anak kami yang memiliki keterbatasan sudah bisa membuktikan kalau mereka bisa. Dan tentunya juga ini memerlukan bantuan semua pihak,” Ujarnya.

Bukan hanya berkeentingan untuk siswa, namun pagelaran pentas seni ini diharapkan membuka pola pikir masyarakat yang memiliki anak difabel untuk dapat lebih terbuka untuk menyekolahkan mereka. Apalagi, sistem pembelajaran di SLB Negeri 1 Buleleng ini, sama dengan sekolah umum dengan pendidikan akademik dan non akademik.

Sekolah ini juga wajib mengasah mental dan kepercayaan diri anak-anak. Keterampilan seni dan pengetahuan akademik, diharapkan menjadi bekal anak-anak difabel ini untuk mandiri di masa mendatang. Tidak sampai disitu saja, pihak sekolah juga terus mendorong anak didiknya agar melanjutkan tingkat pendidikannya hingga ke Perguruan Tinggi. |RM|