Anglo Cita Suara Penarungan Duta Buleleng dalam PKB

Pementasan tari Jaran Ngandang Sekaa Gong Anak-Anak Anglo Cita Penarungan Kelurahan Penarukan

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng menetapkan Sekaa Gong Anak-Anak Anglo Cita Lingkungan Penarungan Kelurahan Penarukan sebagai Duta Kabupaten Buleleng, dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2019 di Denpasar.

Penetapan Sekaa Gong Anak-Anak Anglo Cita Penarungan Kelurahan Penarukan ini melalui proses seleksi oleh Dinas Kebudayaan Buleleng. Dalam seleksi itu, tim Penilai melakukan seleksi terhadap tiga Sekaa Gong anak-anak masing-masing Sekaa Anglo Cita Suara Penarungan, Sekaa Udiana Sari Desa Padang Bulia, dan Sekaa Werdi Guna Desa Nagasepha.

Dalam proses seleksi itu, perwakilan Kelurahan Penarukan berhasil meraih nilai tertinggi yakni 1.881, sedangkan Perwakilan Desa Padang Bulia Kecamatan Sukasada hanya meraih 1.770, dan Perwakilan Desa Nagasepaha Kecamatan Buleleng meraih nilai 1.741.

Kepala Bidang Kebudayaan (Disbud) Buleleng Wayan Sujana menjelaskan, proses seleksi untuk penentuan Duta Buleleng dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) untuk Sekaa Gong Anak-Anak memang baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya, penentuannya dilakukan dengan menggelar Utsawa Merdangga Gong Kebyar atau Penunjukkan langsung.

Hal ini dilakukan karena sebelumnya, ketiga Sekaa Gong tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjadi duta Buleleng. Untuk memberikan rasa keadilan, Disbud kemudian memutuskan untuk melaksanakan proses seleksi.

“Seleksinya Juri langsung datang, melihat apa yang ditampilkan, kemudian memberikan nilai. Dan penentuannya juga dilakukan melalui sidang terbuka, dan juri juga menyampaikan keunggulan dan kelemahan masing-masing sekaa,” Ujarnya.

Sebagai Duta Kabupaten Buleleng, Sekaa Gong Anak-Anak Anglo Cita Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng diwajibkan menyajikan empat penampilan. Mulai dari tabuh Kreasi Baru, Dolanan, dan dua buah tarian. Hanya saja, Dinas Kebudayaan meminta agar Sekaa ini bisa menampilakn pementasan bergaya Buleleng.

Sujana mencontohkan, untuk tabuh kreasi, pihak sekaa diminta untuk menggali tabuh kreasi karya maestro Buleleng yang pernah diciptakan sekitar tahun 1960 hingga 1970. Sementara untuk tarian, agar menampilkan tarian binatang Khas Buleleng, termasuk juga untuk penampilan Dolanan diwajibkan membawakan gaya Buleleng.

Khusus untuk Tari Kreasi Baru, Sekaa Anglo Cita Suara sudah menyiapkan Tarian berdasarkan spirit dan sejarah yang ada di Desa Pakraman Penarukan yakni tari “Jaran Ngadang”. Dimana tarian ini sebelumnya sudah ditampilkan dalam Utsawa Merdangga Gong Kebyar Sanggar Seni Kabupaten Buleleng, di Wantilan Sasana Budaya SIngaraja.

“Walaupun formatnya dan pedoman penyajiannya dari Provinsi Bali, namun apa yang ditampilkan nanti harus murni membawakan gaya Buleleng. Itu yang kami tekankan,” tegas Sujana. |RM|