Pemilih Pemula Masih Kebingungan Memilih Caleg Sarat Kualitas

Singaraja, koranbuleleng.com | Angie, salah satu pemilih pemula belum mempunyai pengalaman untuk memilih di bilik suara dalam momen Pemilu atau Pilpres. Umurnya saat ini, masih 17 tahun dan dia berstatus sebagai pelajar.

Sebagai pemilih pemula, Angie juga mengaku kesulitan untuk memilih calon-calon anggota legislator yang akan duduk di gedung dewan karena rekam jejak dan prgram kerja mereka tidak diketahui.  Jika calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilihan Presiden, sudah pasti diketahuinya karena hanya ada dua pasangan, yakni Pasangan 01 dan Pasangan 02.

- Advertisement -

“Kalau calon presiden sudah tahu, ada pasangan 01 dan pasangan 02. Cuma untuk memilih anggota DPR dan DPRD ini masih sulit, siapa yang harus dipilih,” kata Angie saat mengikuti sosialisasi pemilu melalui workshop cerdas bermedia sosial, lomba yel-yel serta simulasi pemungutan suara yang digelar atas kerjasama beberapa instansi, RRI, KPU Buleleng, Kementerian Kominfo serta Pemkab Buleleng di gedung Kesenian Gede Manik, Senin 25 Februari 2019.  

Ada  4000 siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah SMA/SMK serta perguruan tinggi di Buleleng mengikuti sosialisasi pemilu itu, termasuk  Angie. Dia juga mewakili sekolahnya bersama teman-temanny untuk ikut lomba yel-yel pemilu.

Menurut  Angie, sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula ini memang sangat penting untuk meningkatkan peran serta aktif warga dalam Pemilu dan Pilpres.  Pihak penyelenggara diharapkan bisa memberikan pengetahuan yang lengkap tentang kepemiluan bagi pemilih pemula sehingga ada sebuah pijakan bagi mereka untuk memilih di bilik suara.

“Tadi sudah diberikan pemahaman untuk Pemilu, ada lima surat suara untuk pemilihan serentak tahun ini. Disitu sudah ada cetak warna untuk masing-masing pemilihan.” kata Angie.

- Advertisement -

Tetapi Angie tetap berharap, sisa waktu menuju pencoblosan bisa lebih banyak mengenal wajah-wajah calon anggota legislatif mulai dari tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten Buleleng serta calon anggota DPD RI.

Calon anggota legislatif yang sangat banyak, namun minim sosialisasi kepada pemilih pemula menjadi satu hambatan bagi pemilih pemula untuk memilih calon wakil rakyat yang berkualitas. Jikapun nanti memilih dibilik suara, potensi untuk asal coblos tanpa melihat rekam jejak serta visi dan misi calon anggota legislatif akan terjadi.

“Calon-calon anggota legislatif ini wajahnya memang bertebaran di baliho di jalan raya, tapi siapa mereka, kami tidak mengetahui. Apa visi mereka, lalu seperti apa program mereka jika mewakili masyarakat,” kata Kadek Duwika, salah satu siswa peserta sosialisasi.

Sementara itu, salah satu anggota komisioner KPU Buleleng, Gede Sutrawan  mengakui bahwa kesulitan par apemilih pemula untuk mengenal calon anggota legislatif menjadi masalah di banyak daerah.

Namun, KPU Buleleng berusaha secara gencar dengan sarana yang ada dan memanfaatkan teknoogi untuk menyosialisasikan wajah calon-calon anggota legislatif.

“Kami berusaha dengan gencar sosialisasi dengan memanfaatkan teknologi agar informasinya sampai ke pemilih termasuk pemilih pemula,” ujar Sutrawan.

Sutrawan mengatakan jumlah pemilih pemula di Buleleng mencapai 2 persen dari jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 564.955 pemilih.

Dalam sosialisasi Pemilu, Relawan Demokrasi yang dibentuk oleh KPU Buleleng menyosialisasikan tahapan dan tata cara memilih di Bilik suara. Disitu dikenalkan, ada 5 jenis surat suara yang akan digunakan untuk Pencoblosan pada Pemilu dan pilpres 2019.|NP|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts