BWS Bali Penida Turunkan Alat Berat Keruk Sampah Sisa Banjir di DAS Batu Pulu

Singaraja, koranbuleleng.com | Balai Wikayah Sungai (BWS) Bali Penida menurunkan alat berat untuk mengeruk sampah berupa kayu gelondongan dan akar kayu yang tersangkut di bawah jembatan yang terbawa luapan air sungai sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batu Pulu, beberapa waktu lalu.

Pembersihan dilakukan di jembatan Desa Pemaron, sebagai daerah aliran terparah terkena oleh sumbatan sampah.

Namun, selain BWS Bali Penida menurunkan alat berat, staf dari Pemerintah Kecamatan Buleleng, BPBD Kabupaten Buleleng, Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, Dinas Perkimta, Dinas Lingkungan Hidup serta anggota TNI dan Polri juga ikut terjun ke lokasi untuk membersihkan sampah kayu gelondongan secara bergotong royong.

Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menjelaskan selain kayu gelondongan besar, ada pula sampah-sampah dari bambu serta sampah lainnya yang diangkat untuk membersihkan aliran sungai.

“Kita bergotong royong di sini untuk mengambil sampah yang menyumbat jalannya air,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pula, mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kubutambahan ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mewaspadai cuaca buruk yang kurang bersahabat. Potensi-potensi bencana juga masih ada yang diakibatkan oleh cuaca buruk ini. Selain itu, angin kencang yang membuat pohon tumbang juga perlu diwaspadai.

“Sambil jalan, kita juga akan berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk memangkas pohon di sepanjang jalan nasional,” ujar Gede Dody.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UP3 Pemeliharaan Sungai dan Pantai BWS Bali Penida, Ketut Suyasa yang turut hadir mengatakan BWS Bali Penida sendiri sifatnya hanya membantu untuk penyediaan alat berat saat ini. Untuk ke depan, terkait dengan pemeliharaan sungai, BWS Bali Penida menunggu laporan dan usulan dari pemerintah daerah. “Kami hanya membantu untuk jangka pendek saja,” ujarnya.

Suyasa menambahkan sedimentasi terjadi secara alami pada daerah tikungan DAS Batu Pulu.

tikungan sungai yang dalam juga berpotensi tertimbun lumpur sehingga banyak terdapat sedimen-sedimen. “Karena prilaku sungai memang seperti itu,” tutup Suyasa. |NP|