Rona Bahagia Penerima SK CPNS

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan SK kepada sejumlah calon Pegawai Negeri Sipil yang telah dinyatakan lolos | FOTO : RIKA MAHARDIKA/KORANBULELENG.COM

Singaraja, koranbuleleng.com| Ratusan CPNS yang telah dinyatakan lulus terlihat sumringah. Perjuangan mereka akhirnya berbuah manis, setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan SK CPNS kepada mereka di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja bekas Pelabuhan Buleleng, Selasa, 19 Maret 2019.

Rona kebahagiaan tentu tidak bisa disembunyikan dari wajah mereka. Terlebih lagi, diantara 313 orang yang menerima SK ini, ada yang sudah berjuang beberapa kali untuk menentukan nasibnya menjadi bagian dari Aparatus Sipil Negara (ASN). Ada juga diantaranya yang sebelumnya mengadu nasib untuk mengikuti seleksi CPNS di luar Kabupaten Buleleng dan belum bernasib mujur. Hingga kemudian, Pemerintah Pusat kembali membuka peluang melaksanakan seleksi CPNS tahun 2018 lalu, dan kali ini nasib sebagian diantara mereka mujur dan dinyatakan lulus.

Salah satu diantaranya adalah Kadek Dwi Ariestini. Sebelumnya, Dwi mengabdikan diri sebagai guru kontrak di SD N 2 Kubutambahan. Kini setelah lulus, Ia pun ditempatkan di SD N 1 Lemukih. Perempuan dari Desa Bungkulan Kecamatan Sawan ini sudah tiga kali mengikuti kegiatan seleksi CPNS. Namun keberuntungan baru tiba saat ini.

Menurutnya, lulus menjadi CPNS adalah salah satu hadiah yang indah dari Tuhan untuk dirinya. Terlebih lagi orang-orang terdekatnya mulai dari orang tua hingga Suaminya memang berharap agar Dwi bisa menjadi PNS. Apalagi kini, Ia tengah dalam kondisi hamil 7 bulan, sehingga melengkapi kebahagiaan dirinya.

“Saya merasa ini adalah rejeki dari calon Anak Saya. Tentu saja kebahagiaan yang indah bagi keluarga kecil saya,” ucapnya.

Dwi Ariestini tidak pernah memungkiri jika menjadi Guru PNS merupakan cita-citanya sejak memutuskan kuliah mengambil jurusan PGSD di Undiksha Singaraja. Menjadi PNS baginya memiliki kesejahteraan dan juga jaminan masa depan yang lebih jelas, dibandingkan masa kerja sebagai Guru Kontrak.

“Kalau memutuskan menjadi guru, siapa sih yang tidak mau jadi PNS pak? Kesejahteraan lebih jelas, karena masa kerja kami pasti karena patokannya umur, trus kami juga nanti setelah habis masa kerja dapat pensiunan,” ujarnya.

Disisi lain, setelah menerima SK, 313 CPNS ini selanjutnya akan melaksanakan tugas sesuai dengan penempatan sejak rabu, 20 Maret 2019. Saat ini, status mereka masih sebagai CPNS, sehingga untuk menjadi PNS, mereka pun selanjutnya akan mengikuti Pra Jabatan yang rencananya akan dimulai sejak Bulan April hingga Bulan Oktober 2019.

“Untuk pra jabatan akan dilakukan secara bertahap dan duatur oleh Provinsi. Nanti dilakukan bertahap sesuai dengan golongan, kita sifatnya masih menunggu petunjuk saja,” jelas Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa.

Menurut Wisnawa, 313 CPNS yang telah menerima SK saat ini belum mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Nantinya mereka akan mendapatkan NIP setelah nantinya menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saat ini istilahnya mereka baru 80 persen. Nah setelah nanti pra jabatan dan dinyatakan lulus, baru akan kami ajukan untuk menjadi PNS dan mendapatkan NIP,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku bangga dengan keberadaan 313 CPNS tersebut. Menurutnya, mereka yang telah menjadi CPNS ini akan menjadi tambahan amunisi untuk menjalankan sejumlah program pembangunan di Kabupaten Buleleng. pasalnya, mereka yang telah lulus telah sesuai dengan rekrutmen yang bersih, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Artinya kompetensi dan kapabilitasnya, menjadi pedoman utama sehingga mereka bisa terpilih sebagai CPNS,” Singkatnya. |RM|