Jembatan Desa Dibangun Untuk Kepentingan Akses Warga

Singaraja, koranbuleleng.com| Infrastruktur desa Jembatan Tukad Buwus di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng dibangun untuk memfasilitasi akses transportasi warga desa menuju desa lain. Pembangunan jembatan ini sudah lama diidamkan oleh warga yang bermukim di Dusun Dauh Tukad maupun Dusun Kajanan, memangkas waktu tempuh warga untuk menuju akses pusat desa yang berlokasi di Dusun Kajanan. 

Sebelum jembatan dibangun, warga setempat baru mampu membuat jembatan darurat dari baja selebar 1,5 meter. Namun jembatan ini hanya dapat dilintasi oleh pejalan kaki. Sedangkan untuk sepeda motor tak bisa dilintasi. Sehingga pengendara pun harus melalui jalan memutar.

- Advertisement -

Jembatan ini juga akan menjadi akses utama bagi siswa untuk menuju sekolah SDN 1, 2, 3 dan 4 Penglatan serta menuju SMPN 5 Singaraja. Selain itu, jembatan ini juga kerap dilintasi Warga Dusun Dauh Tukad untuk upacara pemakaman jenazah ke Setra Desa Pakraman Penglatan

Untuk kebutuhan anggaran, proses pembangunan jembatan memang membutuhkan biaya yang sangat besar yakni mencapai Rp7,5 miliar. Nah saat ini, proses pembangunan sudah berjalan dengan memanfaatkan Bansos Pemerintah Provinsi Bali yang difasilitasi oleh Anggota DPRD Provinsi Bali senilai Rp1,5 Miliar.

Setelah proses pembangunan dikerjakan sejak Bulan September 2018 lalu, sampai saat ini progress pembangunan jembatan setinggi 23 meter dengan lebar 5,6 meter ini sudah mencapai 75 persen.

Salah seorang dari Panitia Pembangunan Jembatan, Wayan Soma Adnyana mengakui jika dana yang ada masih jauh dari anggaran yang dibutuhkan. Walaupun demikian, Panitia Pembangunan pun tetap melanjutkan pembangunan.

- Advertisement -

Beberapa upaya pun dilakukan, mulai dari mengubah struktur jembatan yang awalnya menggunakan baja menjadi beton, termasuk menggunakan batu untuk bahan bangunan yang diambilkan dari areal tukad buwus.

“Menggunakan batu yang ada di kali, ini demi efisiensi. Bahkan kami kelola secara swadaya. Misalnya alat berat saya pinjamkan. Biar dananya bisa dialokasikan ke keperluan lain,” Ujarnya.

Menurut Soma Adnyana, pembangunan Jembatan Tukad Buwus tidak memungkinkan menggunakan dana ABPDes. Hal itu karena memang APBDes sudah disusun lebih awal sebelum proses pembangunan jembatan dimulai.

Selain itu, APBDes Penglatan lebih penting dimanfaatkan ntuk pelaksanaan pembangunan skala prioritas lain untuk Desa.

“Ini membangun jembatan anggarannya besar, kalau APBDes paling hanya sekitar Rp800 juta. Lebih baik dimanfaatkan untuk program prioritas yang lain. Kalau diarahkan kesini takutnya malah mengganggu pembangunan Desa yang lebih penting,” katanya.

Pihaknya pun berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun Provinsi Bali bersedia membantu pembangunan jembatan yang berada di akses jalan desa ini. Terlebih, jembatan ini menjadi angan-angan warga setempat sehingga jarak tempuhnya menjadi lebih pendek. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts