Instrumental Rock Ballad Dari Jawara Ibanez Flying Finger Meluncur di Digital Flatform

Sang jawara dalam kompetisi “Ibanez Flying Finger Indonesia 2018”, Sugix Anantra memainkan gitar di Air terjun Banyuwana Amertha Waterfall dalam proses pembuatan video klip "Miracle".
Sumber : Youtube

Singaraja, koranbuleleng.com | Sang jawara dalam kompetisi “Ibanez Flying Finger Indonesia 2018”,  Sugix Anantra meluncurkan single instrumental dan video klip pertamanya, berjudul “Miracle”. Single ini dibuat untuk sang Putri yang baru lahir.

Proses pembuatan single ini juga unik dan butuh waktu yang panjang, sepanjang sang janin berada di dalam kandungan.   Single ini sudah meluncur di sejumlah digital flatfor seperti Youtube, Joox, Apple music, Spotifity dan yang lainnya.

Sugix menceritakan ide awal pembuatan lagu ini karena ingin mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Seorang Putri terlahir ke dunia dari rahim sang istri, adalah berkah dan keajaiban yang harus diterimanya. Selain itu, banyak keajaiban yang diterima oleh Sugix sepanjang istrinya mengandung sang putri, salah satunya berhaisl menyabet gelar juara 1 Ibanez Flying Finger.

Dari sanalah, proses pembuatan lagu dimulai dari awal kehamilan istrinya hingga selesai menjelang kelahiran putri pertamanya.

“Kurang lebih proses pengerjaan lagu ini selama 8 bulan hingga putri kami lahir dengan sehat,” ucap Sugix. 

Instrumentalia ini mengambil tema rock ballad yang dibalut suara gamelan tradisional Bali yaitu gangsa.  

Sugix menambahkan pemilihan judul Miracle juga karena selama proses pengerjaan mulai dari menulis materi sampai perekaman, dirinya mendapat banyak keajaiban diantaranya ia menjuarai salah satu kompetisi gitar paling bergengsi di Indonesia serta dikaruniai seorang putri yang cantik.

“Lagu ini sebagai ungkapan rasa syukur saya kepada Tuhan atas semua keajaiban yang saya dapat,” tambahnya

Selain merilis single, Sugix juga sudah memproduksi video klip dari Miracle. Lokasi video klipnya di Banyuwana Amertha Waterfall, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.  

Latar belakang air terjun ini untuk menunjukkan atau mengenalkan keindahan keindahan alam Buleleng yang sesuai dengan judul dari single instrumentalianya.

“Sederhana saja, dalam klip ini ingin memperkenalkan keindahan alam Buleleng yang memang cocok dengan judul single ini,” ujar Sugix Anantra

Gitaris yang juga merupakan pegawai di Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Buleleng ini juga menjelaskan rencana untuk kembali memproduksi single dan video instrumental secara bertahap.  

Ia beralasan, jalur instrumental seabgai satu wadah berekspresi dan menyalurkan egonya dalam setiap petikan permainan gitarnya. Dia meyakini musik instrumental akan lebih bisa diterima karena tidak mengandung lirik bahasa.

“Semoga lagu saya bisa diterima dan mendapat keajaiban yang lebih banyak lagi lewat lagu ini,” pungkasnya. |NP|