Bulfest Raih Calendar of Event Award 2019

Bupati Buleleng Putu Ags Suradnyana bersama Menteri Pariwisata Arif Yahya disela pemberian penghargaan MarkPlus Center of Tourism and Hospitality.

Singaraja, koranbuleleng.com |Buleleng Festival yang rutin digelar setiap tahun di Buleleng mendapatkan penghargaan dari MarkPlus Center of Tourism and Hospitality sebagai even wsisata buatan atas kualitas penyelenggaran.  Penghargaan diterima langsung Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST di Now Stage Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis 25 April 2019 lalu. 

Putu Agus Suradnyana menjelaskan penghargaan yang diberikan untuk Buleleng Festival menunjukkan bahwa festival tahunan ini telah berjalan sesua dengan rencana dan alur yang benar. Dalam hal ni, promosi pariwisata melalui Buleleng Festival dinyatakan tetap on the track.

“Disini penilaiannya adalah festival yang bisa mengangkat daerah yang bersangkutan untuk promosi kepariwisataan dan pengembangan kebudayaan,” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini kembali menekankan tiga hal yang dapat dikembangkan untuk kemajuan pariwasata,yakniAtraksi, Aksesibilitas, dan Ameniti. Dikatakannya, komponen tersebut harus ada semua untuk peningkatan kualitas pariwisata.

Saat ini, Buleleng sudah mampu untuk membuat atraksi. Selanjutnya untuk aksesibilitas, pemerintah sudah menyiapkan shortcut Denpasar-Singaraja. “Sehingga dengan aksesibilitas tersebut, pengusaha bisa membangun ameniti yaitu akomodasi hotel. Dengan begitu ketiga komponen tersebut bisa bersinergi untuk pariwisata yang lebih baik lagi,” ujar Agus Suradnyana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM mengungkapkan pengembangan atraksi-atraksi pariwisata akan dilakukan sampai ke tingkat desa sbagai ajang untuk promosi. “Atraksi Budaya sudah mulai dikembangkan seperti sanggar Shanti Budaya yang sudah sampai ke Cina melakukan atraksi Budaya,” ungkapnya.

Sutrisna menambahkan konsep pariwisata di Buleleng adalah pariwisata budaya berdasarkan Tri Hita Karana dan pemberdayaan masyarakat.  

Dengan adanya pemberdayaan masyarakat, homestay-homestay yang ada di desa wisata akan terus ditingkatkan. Inventarisasi wilayah-wilayah yang sesuai dengan pasar juga terus dilakukan baik itu wisatawan dari eropa, amerika, dan asia. “Selain itu, kita juga terus melakukan peningkatan-peningkatan infrastruktur pariwisata yang ada di Kabupaten Buleleng,” tutup Nyoman Sutrisna.

Untuk diketahui, penghargaan ini didasarkan pada penilaian Kementerian Pariwisata bersama dengan pihak swasta sehingga dari dua festival di Buleleng yang masuk nominasi, Buleleng Festival berhasil menjadi yang terbaik.|R/NP|