Lomba Tabuh Baleganjur Ramaikan PAS

Lomba seni tabuh Baleganjur antar Kecamatan se-Kabupaten Buleleng dalam Pekan Apresiasi Seni (PAS) serangkaian HUT Kota Singaraja ke-415 bertempat di Lapangan Bhuana Patra Singaraja

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemkab Buleleng kembali menggelar lomba seni tabuh Baleganjur antar Kecamatan se-Kabupaten Buleleng dalam Pekan Apresiasi Seni (PAS) serangkaian HUT Kota Singaraja ke-415 bertempat di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Jumat 26 April 2019. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana bersama pejabat lain juga menyaksikan lomba ini.

Lomba baleganjur diselenggarakan  untuk menyediakan ruang bagi seniman muda, untuk menunjukkan bakat dan menciptakan kreatifitas seni tabuh baleganjur. Tiap-tiap Kecamatan menampilkan  penabuh yang didominasi oleh kalangan remaja. Berbagai lomba yang dilaksanakan pada pekan apresiasi seni kali ini, tidak lain adalah untuk melestarikan seni dan budaya di Kabupaten Buleleng.  

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mengatakan lomba yang diadakan rutin tiap tahunnya ini sebagian besar digandrungi oleh anak-anak milenial. Ini akan membangun jiwa seni yang terpendam pada anak muda khusunya di Buleleng. “ Saya yakin lomba ini akan mempengaruhi minat jiwa-jiwa muda untuk berkesenian, “ katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan melalui ajang ini tentu akan memberikan dampak yang baik dalam hal pelestarian budaya di Buleleng. Kreatifitas dan bakat seni dimunculkan dalam lomba ini, sehingga penilaian negatif masyarakat kepada anak-anak muda bisa teratasi. “ Tentu ajang ini memberikan vibrasi positif bagi pengembangan kesenian secara menyeluruh di Kabupaten Buleleng, “ tambah Bupati Suradnyana.

Sementara itu, Kepala Disbud Kabupaten Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si ditemui usai acara menjelaskan lomba baleganjur ini digelar berpedoman pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain itu juga, ditujukan untuk merangsang dan memotivasi generasi muda untuk bersama-sama berkesenian. Dengan mereka berkesenian, diharapkan akhirnya nanti dapat terwujud suasana damai, shanti, dan bergembira. “ Disanalah nantinya akan terjadi pemajuan kebudayaan dan pembangunan, “ jelasnya.

Lomba kali ini mengangkat tema “Akasacara” yang bermakna menjelajah angkasa menembus dunia maya. Kriteria penilaian dibagi menjadi 5 yaitu instrumentasi, teknik, komposisi, kreativitas serta penampilan.

Setelah penilaian dilakukan, akhirnya mendapatkan hasil sebagai juara pertama diraih oleh Kecamatan Buleleng dengan total nilai 2.110  disusul oleh Kecamatan Sukasada sebagai juara kedua dengan total nilai 2.050 lalu Juara ketiga diraih oleh Kecamatan Banjar dengan nilai 1.977.  

“Juara pertama berhak menjadi Duta Kabupaten Buleleng di tingkat Provinsi dalam lomba baleganjur pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 tahun 2020 nanti, “ tutup Gede Komang. |R/NP|