Kisah Cinta Masa SMA dari Senja Kita

Senja Kita Band

Singaraja, koranbuleleng.com |  Kisah kasih masa SMA, masih menjadi latar cerita sebuah lagu yang digarap oleh Senja Kita Band. Kemunculan band ini tergolong baru, namun personilnya bukanlah orang-orang yang baru lahir dalam dunia musik.

Renaldi Mahardika alias Cencen sebagai vokalis, Arya Rumania alias Doyok pada gitar dan Alit penggebuk drum, mereka adalah anak muda yang sudah lama malang melintang dalam hiruk pikuk permusikan.

Ketiganya membentuk Senja Kita dan melahirkan single berbahasa Indonesia berjudul “Di Bangku Ini”. Lagu ini adalah sebuah kisah klasik masa-masa anak SMA pacaran.

Kata Arya, sebenarnya lagu tersebut muncul dari pengalaman masing-masing personil yang punya kisah di bangku sekolah di masa lalunya.

 “Tentang cinta pada masa-masa SMA. Ada seoraang laki-laki meyukai wanita  teman satu sekolahnya, tapi malu untuk mengungkapkannya.” terang Arya.

Untuk lebih mendekatkan ke tema lagu, video klip juga digarap di sebuah sekolah SMA di Singaraja.

Senja Kita merupakan band dengan aliran pop. Namun pada dasarnya, masing-masing personilnya sebenarnya punya aliran musik tersendiri. Meski ketiga personil memiliki aliran musik yang berbeda, tetapi Senja Kita berkomitmen untuk membuang ego masing-masing personil.

Alit juga menjelaskan banyak grup band menggunakan lirik berbahasa Bali, namun Senja Kita mengangkat dengan lirik berbahasa Indonesia sebagai strategi  agar pendengarnya mengerti dan paham maksud dari lagu ini.  

“Kami berharap karya dari band ini bisa didengar sampai ke luar Bali.” kata  Alit sang drummer.

Disisi lain, kata Alit, masing-masing personil Senja Kita juga memunyai kesibukan diluar band. Namun itu juga tidak menghalangi untuk menjadikan Senja Kita menjadi band yang bisa digandrunigi banyak penggemar. 

“Dengan rilis lagu Di Bangku ini, Semoga karya kami bisa diterima di masyarakat,”katanya.  

Senja Kita mempunyai arti sebuah kesejukan atau ketenangan. Dari makna itu, par pentolan Senja Kita behrarap, karya lagu mereka bisa diterima untuk memberi kesejukan di telinga penikmat musik di Bali atau Indonesia. |Torro|