PAS Main Silat Hingga Bergembira Nyanyikan “Kita Bisa” Bersama Atlet

Singaraja, koranbuleleng.com| Semangat untuk menjadi juara, diperlihatkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat menyapa ratusan atlet Buleleng yang masuk dalam daftar pemusatan latihan menghadapi Porprov Bali 2019 di Tabanan.

Usai membuka Pemusatan Pelatihan di GOR Bhuwana Patra, Bupati yang akrab dengan sapaan PAS ini langsung berbaur dengan atlet. Tak sungkan, atlet juga mengajak Bupati untuk foto selfi. Bahkan, PAS juga sempat memasang kuda-kuda untuk menguji kemampuan bela diri silat salah satu pelatihnya.

Suasana itu juga membahana, ketika panitia memutar lagu khas kontingen Buleleng “Kita Bisa”. Bupati bersama atlet, langsung berjingkrak dan melompat menyanyikan lagu tersebut.

Lagu “Kita Bisa” memang secara khusus dibuat sebagai media untuk memotivasi atlet-atlet Buleleng yang akan berlaga di Porprov Bali tahun 2019. Lagu ini dibuat oleh musisi Buleleng, I Gde Kurniawan. Lagu inipun mampu membuat atlet-atlet Buleleng penuh semangat untuk menjalani pemusatan latihan.

KONI Buleleng memasukkan 525 Atlet Buleleng dari 40 cabang olahraga ikit dalam pemusatan latiha Porprov Bali di Kabupaten Tabanan mendatang. Para atlet mulai menjalani Pemusatan Pelatihan selama 3,5 bulan.

Atlet-atlet Buleleng yang akan menjalani pemusatan pelatihan itu merupakan atlet yang terpilih di masing-masing Cabang Olahraga. Mereka sebelumnya telah mengikuti seleksi test fisik yang telah digelar KONI Buleleng beberapa waktu lalu.

Secara resmi, pemusatan pelatihan tersebut dimulai sejak kamis, 16 Mei 2019, melalui acara Pembukaan yang belangsung di GOR Bhuana Patra SIngaraja. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. DIakhir kegiatan, Bupati yang akrab disapa PAS ini secara khusus mendatangi ratusan atlet yang berjejer di tengah lapangan.

Bupati Agus Suradnyana dalam sambutannya juga meminta seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Olahraga dibawah naungan KONI Buleleng untuk terus melakukan pengembangan terhadap potensi atlet. Terlebih lagi, Buleleng harus belajar dari pelaksanaan Porprov dua tahun lalu di Kabupaten Gianyar, dimana Buleleng terpaku di juara umum 4. Pun demikian, Ia meminta agar KONI melakukan evaluasi, sehingga target di Kabupaten Tabanan untuk kembali bercokol di Posisi ke Tiga bisa terealisasi.

“Saya yakin, adik adik akan kembali ke peringkat tiga. Yang paling membanggakan atletnya asli Buleleng, dibina oleh orang Buleleng, orang Buleleng berdomisili Buleleng, dan bangga punya emosi jengah orang buleleng, itu yang paling penting buat kita,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Terkait dengan Pemusatan Pelatihan yang digelar untuk ratusan atlet Buleleng, Agus Suradnyana meminta agar KONI Buleleng bisa menjadikannya sebagai ajang evaluasi, bukan hanya fisik namun juga melakukan evaluasi strategi.

“Kita pelajari apa yang menyebabkan kita kalah dulu, apa yang akan kita perbaiki, lakukan dengan hati yang tulus, jangan ada kepentingan memaksakan atlet karena hubungan kekerabatan. Atlet dipilih harus karena prestasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana menjelaskan, saat ini tercatat ada 670 orang yang masuk dalam Kontingen Buleleng. Dimana 525 orang diantaranya adalah atlet, sementara 145 orang lainnya offisial. Mereka akan berlaga pada 40 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov.

“Setelah ini kita lakukan test fisik tahap ketiga, kita hanya mengevaluasi kondisi fisik untuk memastikan kualitasnya. Kalau belum, kita akan dorong Pengkabnya untuk lebih menggenjot latihan fisiknya menjelang keberangkatan,” Ujarnya.

Disisi lain, dalam persiapan Porprov tahun ini, KONI Buleleng juga memutuskan meningkatkan uang saku para atlet selama sentralisasi. Uang saku yang tadinya Rp 800ribu per bulan pada 2017 lalu, kini ditingkatkan menjadi Rp 1.150.000 per bulan. Para atlet harus mengikuti 16 kali latihan dalam sebulan. |RM|