Rasben Dantes : Jadikan Undiksha Sebagai Rumah Internasional

Warek I Undiksha I Gede Rasben Dantes bersama istri Dr. NI Komang Arie Suwastini, M.Hum |FOTO : HUMAS UNDIKSHA|

Singaraja, koranbuleleng.com | Dr. I Gede Rasben Dantes, S.T. M.TI, pria 44 tahun ini, melompat jauh dalam karirnya sebagai akademisi. Di usia yang terbilang masih muda, keturunan langsung dari Prof. I Nyoman Dantes ini kini dipercaya sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama.

Nyoman Dantes, ayahnya adalah salah satu guru besar di Undiksha yang juga pernah menjabat sebagai Rektor IKIP Negeri Singaraja (sebelum bernama Undiksha) dan Direktur Paska Sarjana kampus seribu jendela ini. Rasben Dantes, adalah anak muda yang gemilang mewarisi kegemilangan sang ayah dalam dunia akademis.

Rasben meniti pendidikan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung, serta menamatkan gelar S2 dan S3 Teknologi Informatika di Universitas Indonesia.  Rektor Undiksha, Prof. I Nyoman Jampel saat melantiknya sebagai Warek I, berharap,  tahun 2019 ini Rasben sudah bisa menjadi salah satu guru besar di Undiksha.

Sebelum diberi kepercayaan sebagai  Wakil Rektor I Undiksha, Rasben adalah Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha.

Rektor terbuai untuk melantik Rasben sebagai wakil rektor karena kemampuan akademiknya. Rasben adalah dosen yang menguasai teknologi informasi dan pasih berbahasa inggris. Sesuai dengan target Kampus Undiksha menuju internasionalisasi, Rasben salah satu anak muda yang cocok untuk memprograming bidang akademik Undiksha kedepan.

Rasben sendiri mengakui dirinya berusaha untuk memenuhi harapan Rektor dan Undiksha untuk membawa Undiksha lebih maju secara nasional dan internasional.

Gede Rasben Dantes menandatangani berita acara pelantikan sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha

“Tahun 2019 adalah target internationalism at home. Sudah jelas bahwa saya harus menjadikan Undiksha sebagai sebuah rumah untuk semua masyarakat internasional bisa belajar di sini, tidak hanya formal namun non formal juga,,” kata Rasben yang memunyai angka kelahiran 21 Februari 1975 silam.

Rasben mengaku sudah mempunyai strategi untuk  untuk mencapai target itu. Beberapa hal bahkan sudah dilakukannya, seperti dirinya membuat sebuah kursus pendek untuk belajar budaya, membaca lontar, ataupun mendigitalisasi lontar. Semuanya berbasis teknologi.

Universitas ini, kata Rasben, prodinya sudah ada terakreditasi A, maka kedepan akreditasi itu harus dibawa ke ranah internasional, dan prodi lain dipacu agar mendapatkan akreditasi A.

Soal publikasi, Rasben juga akan mendorong agar program one lecture one publication, untuk meningkatkan klasterisasi dari perguruan tinggi Undiksha. 

“Kalau setiap dosesn bis amempublikasikan artikelnya, setiap tahun aka nada 400 artikel. Ini bisa meningkatkan klastersasi,” ujarnya.

Suami dari Dr. Ni Komang Arie Suwastini, M.Hum, Undiksha benar-benar menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat luas. |NP|