19 Ribu Masyarakat Buleleng Belum Miliki JKN-KIS

Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng berusaha agar seluruh masyarakat di Buleleng masuk dalam program Universal Health Coverage (UHC). Saat ini, baru 97 persen warga di Buleleng yang terdata mengikuti program UHC melalui Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sekretaris daerah (Sekda) Buleleng Dewa Ketut Puspaka untuk mengejar sisa 3 persen masyarakat yang belum masuk UHC, Pemerintah akan menggalakkan sosialisasi ke berbagai wilayah di Buleleng agar standar yang ditetapkan oleh Pemerintah terpenuhi hingga seratus persen. Angka 3 persen yang tercecer itu mencapai jumlah 19 ribu.

“Untuk yang 19 ribu tercecer tetap akan kita data, apa yang menjadi penyebab mereka belum tercover. Kadang banyak masyarakat perantau yang justru belum tercover. Meskipun kita sudah UHC, tetapi kita berharap 100 persen masyarakat Buleleng terlayani JKN-KIS,” ujar Puspaka saat ditemui Kamis, 13 Juni 2019.

Dewa Puspaka mengatakan, penganggaran juga harus bertahap karena APBD dibahas berdasarkan pendekatan program dari tahun sebelumnya. Pemkab Buleleng memiliki komitmen dalam menuntaskan dan memberikan fasilitasi layanan kesehatan untuk masyarakat.

“Kami nanti akan mencoba bersama DPRD akan menjelaskan ke BPJS pusat, sehingga Pemerintah Pusat detail memahami kalau kita tidak keluar konteks dan tetap komitmen untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya. |RM|