200 Pelari Jajal Trek Lintas Alam Buyan Tamblingan

Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 200 peserta Buyan Jungle Run 10 K menjajal trek lintas alam di taman wisata alam Buyan Tamblingan. Posisi start dan finish mengambil titik dari Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu 28 Juli 2019.

Even ini sebenarnya sudah keempat kali, setelah digelar pertama kali sejak tahun 2016 silam. Para pelari dilepas oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Asep Sugiharta.

- Advertisement -

Pihak panitia dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali memamg membatasi peserta hingga 200 orang. Alasannya, 200 peserta ini adalah orang-orang yang tidak hanya sekedar suka berlari semata, namun mempunyai kepedulian terhadap pelestarian alam, satwa dan lingkungannya.

Ketua Panitia Buyan Jungle Run 10 K, Ketut Catur Marbawa mengatakan pihak panitia sengaja memilih 200 orang peserta dengan alasan, panitia ingin menjamin keselamatan para pelari. Kedua, segala pemanfataan konservasi untuk wisata diperuntukkan secara terbatas dan bukan sebagai mass tourism.

“Kami juga ingin menjamin, kawasan ini tidak rusak oleh peserta lari. Kita bisa bayangkan jika banyak peserta, kawasan ini menjadi berpotensi menjadi rusakkarena ketidakpedulian,” terang Catur.

Karena itu, kata Catur, 200 peserta itu ditagih komitmennya untuk tidak berhura-hura selama even.  Peserta harus mempunyai kepedulian terhadap upaya-upaya konservasi dan pelestarian alam, satwa liar di kawasan TWA Buyan Tamblingan.

- Advertisement -

Para peserta ini mendeklarasikannya sebagai bentuk komitmen untuk pelestarian alam. Deklarasi itu, berisi pertama, mempromosikan dan mensosialisasikan konservasi di kalangan masyarakat dengan memberi edukasi pentingnya pelrindungan hutan, konservasi dan satwa liar yang dilindungi. Kedua, menumbuhkembangkan kesadaran konservasi di lingkungan masyarakat dengan memotivasi, mengajak masyarakat untuk berperan aktif maupun pasif terhadap lingkungan yang ada.

“Jadi, ini bukan sekedar lari biasa, tapi ada misi penyelamatan lingkungan, satwa liar, dan menjaga ekosistem ini tetap lestari,” kata Catur.

Maka dari itu, dalam even Buyan Jungle Run 10 K ini juga dilepaskan dua ekor burung elang laut di wilayah TWA Buyan Tamblingan dan beberapa ekor landak.

Elang Laut adalah salah satu burung elang yang memunyai daya jelajah yang sangat jauh dan mampu terbang di ketinggian hingga 3000 meter. Saat ini, Elang laut tergolong hewan yang dilindungi di Indonesia.  Begitupun Landak adalah hewan khas Indonesia yang hidup di hutan-hutan yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Direktur PJLHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Asep Sugiharta mengatakan even Buyan Jungle Run 10 k ini menjadi kesmepatan untuk memberikan edukasi pelestarian lingkungan sebagai rangkaian Hari Konservasi Alam yang dipusatkan di Batam.

Asep menjelaskan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalamupaya konservasi, diantaranya konsep perlindungan penyangga kehidupan, pengawetan sistem keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

“Saya ingin mengihimbau, tantangan pengembangan wisata alam adalah sampah plastik. Maka 200 peserta ini diharapkan benar-benar menjadi duta konservasi untuk mensukseskan misi konservasi,” ucap Asep.

Hal kecil yang bisa dlkaukan oleh duta konservasi ini menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan di TWA Buyan Tamblingan selama even berlangsung.

Asep juga berpesan agar satwa liar juga menjadi perhatian agar masyarakat tidak memburu satwa iar. “biarkan mereka hidup bebas di alam liar, dan kita cukup melihat mereka dengan datang ke taman wisata seperti TWA Buyan Tamblingan ini,” katanya. |NP|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts