Duet Anmesh Kamaleng dan Aries Sujati Meriahkan Penutupan Bulfest

Anmesh Kamaleng dan Ibu Aries Sujati Suradnyana saat berduet bareng menyanyikan ragu "Hanya Rindu" di Penutupan Buleleng Festival ke-7 |FOTO : ADRIAN|

Singaraja, koranbuleleng.com | Ada yang mengejutkan dan istimewa saat penutupan Buleleng Festival,  “Shining Buleleng”,  Sabtu 10 Agustus 2019. Sang Bintang tamu, Anmesh Kamaleng yang melantai di panggung Buleleng Festival mengajak istri Bupati Buleleng, Nyonya Aries Sujati Suradnyana sepanggung bersama untuk mendendangkan lagu yang sedang hits dalam belantika musik Indonesia, “Hanya Rindu”.

Lagu “Hanya Rindu”  ini adalah ungkapan rindu yang sangat mendalam terhadap kerinduan terhadap sosok ibu. Ungkapan ini, adalah ungkapan sebenarnya dari Anmesh terhadap mendiang ibunya. “Bahagiakanlah ibu kalian, selagi kalian sempat untuk membahagiannya,” ucapnya dari atas panggung.

Saat menyanyikan lagu ini dari atas panggung  Buleleng Festival,  Anmesh secara mengejutkan meminta langsung Aries Sujati Suradnyana yang berada dibelakang panggung untuk ikut sepanggung bernyanyi. Dan, Aries Sujati Suradnyana adalah salah satu sosok yang menyuka Anmesh dan karya-karya lagunya, termasuk Hanya Rindu.

“Disini ada Ibu Aries, katanya beliau sangat menyukai lagu ini. Terima kasih Ibu, dan saya ingin Ibu bisa bernyanyi disini bersama Saya,” kata Anmesh.

Tak menolak, Aries yang sebentar lagi duduk sebagai anggota DPRD Bali dengan sigap berduet menyanyikan lagu Hanya Rindu itu.  Anmesh Kamaleng menyanyikan sekitar 10 lagu dari atas panggung utama Bulfest.

Beberapa lagu hits lainnya yang dibawakan Anmesh, Cinta Luar Biasa, Juga disambut romantis oleh penonton Bulfest di hari terakhir.

Penutupan Bulfest ke-7 tidak hanya disisi oleh suara emas Anmesh Kamaleng. Even yang bergengsi ini juga melibatkan sejumlah penari dari sanggar tari tradisional Bali untuk memeriahkan penutupan. 

Bulfes digelar untuk menggali dan menjaga seni budaya khas Buleleng, serta memberikan ruang kreatifitas bagi para anak muda di Buleleng.  

Bulfest adalah Tabungan Masa Depan

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menyebut Buleleng Festival sebagai tabungan masa depan bagi Kabupaten Buleleng. Sebagai wahana pengenalan seni, budaya dan pariwasata Buleleng, manfaat dari Buleleng Festival termasuk festival-festival lainnya tidak bisa dirasakan secara instan namun memerlukan proses yang panjang.

Hal tersebut diungkapkannya ketika memberikan sambutan pada Penutupan Buleleng Festival VII tahun 2019 di Areal Tugu Singa Ambara Raja.

Agus Suradnyana menjelaskan dirinya terus merumuskan apa itu Buleleng Festival secara sederhana. Hingga ditemukan Buleleng Festival adalah tabungan. Dimana pada saatnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal.  

Pada saatnya pasti berguna dan bekerja dengan baik. Apalagi ditambah dengan adanya aksesibilitas termasuk pembangunan bandara yang terus didorong di Kabupaten Buleleng. “Pada saat itu tabungan tersebut akan dibuka. Kita termasuk masyarakat akan mendapat kesejahteraan di dalamnya, peningkatan SDM, dan peningkatan budaya,” jelasnya.

Di samping itu, dengan Buleleng Festival imej Buleleng berubah. Dari yang dulunya keras sekarang berubah menjadi damai. Hal ini yang patut dibanggakan dari festival-festival yang ada khususnya Buleleng Festival.  

Kedamaian ini ditunjukkan dengan kelancaran dan juga tidak ada keributan yang berarti selama penyelenggaraan. “Penyelenggaraan kali ini menunjukkan kedamaian,” ujar Agus Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Drs. Gde Komang, M.Si dalam laporannya mengatakan beberapa hal khususnya hiburan lebih bervariasi pada penyelenggaraan kali ini.  

Dengan begitu penonton dapat memilah minatnya. Seperti di panggung utama ada kesenian modern dan kesenian pengembangan yang digandrungi anak muda. “Termasuk juga saat ini ada zona millenial di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng,” katanya.

Untuk perputaran ekonomi, Mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng ini menambahkan ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini transaksi mencapai Rp. 2 Milyar.

Terjadi peningkatan sebanyak Rp. 500 Juta dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp. 1,5 Milyar. Ini menunjukkan ada perputaran ekonomi yang tinggi selama penyelenggaraan Bulfest tahun ini.

“Astungkara ada peningkatan. Kita harapkan masukan dan saran dari semua pihak untuk memperbaiki penyelenggaraan tahun depan,” tandas Gde Komang. |NP/R|