Menristekdikti Ingatkan Mahasiswa Sadar Kemajuan Teknologi

Menristekdikti, Mohamad Nasir meresmikan Pusat Pengendalian Air Siap Minum dan filter air minum . Dalam kesempatan itu, Mohamad Nasir menyempatkan diri mencoba meminum air dari hasil filterisasi pusat pengendalian air. |FOTO : PUTU NOVA A.PUTRA/KORANBULELENG.COM|

Singaraja,koranbuleleng.com | Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, M.Si, Ph.D meminta agar mahasiswa sebagai generasi milenial terus melek terhadap teknologi dalam menghadapi jaman Revolusi industri 4.0. Mau tidak mau, manusia akan dihadapkan pada sisi teknologi yang terus berkembang, dan mahasiswa sebagai generasi intelektual harus mampu kreatif dan mengembangkan diri mengejar kemajuan jaman.   

Nasir mengungkapkan itu saat memberi kuliah umum Mahasiswa Baru saat Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) rangkaian dari kunjungan kerjanya di Auditorium Undiksha, Selasa 20 Agustus 2019.

“Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat, kedepanya peran manusia akan dibantu oleh teknologi robotik, digambarkan dengan adanya uji coba di Singapura kalau taxi tidak ada pengemudinya,” terang Nasir dihadapan ribuan mahasiswa.

Menurutnya, dilihat dari banyaknya penduduk di Indonesia sebagai Negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia,  diperkiraan dengan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang, Indonesia akan menjadi Negara dengan pengahasilan terbesar nomer 4 di dunia pada tahun 2050.

“Sekarang Indonesia berada pada posisi ke 7,” tegasnya.

Nasir mengharapkan ada mahasiswa-mahasiswa baru yang menjadi calon-calon pemimpin nantinya. Kreatifitas sangatlah penting karena yang didapat dari dosen hanya 30 persen  sampai 40 persen saja, “Sisanya adalah kreatifitas kalian. Imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Nasir berpesan kepada mahasiswa agar masalah perbedaan jangan menjadi suatu benturan dan jangan sampai menjadi pemecah belah Negara.  Agama ada pada diri manusia masing-masing dan jangan saling membenturkan agama satu dengan agama yang lain.

Dia juga berpesan, agar menjadikan 4 pilar kebangsaan bisa dijadikan pedoman untuk menyatukan perbedaan yaitu pertama NKRI harga mati, yang kedua Pancasila, ke tiga UUD 1945 dan yang ke 4 semboyan Bhineka Tunggal Ika.  

“Pentingnya juga toleransi jangan hanya tolerensi hanya sebagai omongan semata tapi harus dengan prilaku sehari-hari, dan saya harap Undiksha menjadi kampus yang menjunjung tinggi Pancasila.” Katanya.  

Sementara itu, Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd , menyampaikan Undiksha berkomitmen untuk membangun membangun SDM yang unggul untuk Indonesia yang lebih maju.

Jampel berharap para lulusan Undiksha tidak berfokus pada satu kompetensi saja melainkan dua atau lebih kompetensi. “Tidak hanya itu, pendidik juga diharapkan bisa untuk menempuh S3 di luar negeri,” ucapnya.

Undiksha Miliki Pusat Pengelolaan Air Siap Minum

Dalam rangka peringatan Hari KebangkitanTeknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir  juga meresmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum dan  mesin filterisasi air minum, inkubator bisnis di kampus setempat.   

Pusat pengelolaan dan filterisasi air siap minum ini hasil inovasi UPN Veteran JawaTimur yang diserahkan kepada Undiksha. Produksi inovasi berupa sistem filtrasi multifungsi ini merupakan sebuah terobosan baru yang digunakan untuk pembuatan Air Siap Minum.

Sistem ini merupakan sistem filtrasi bertingkat yang dilengkapi catridge dan ultra filtrasi diberi namaTechnofiltrasi.

Mesin filterisasi air minum, merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam pengurangan penggunaan sampah plastik. Jika sudah beroperasional, seluruh warga kampus bisa mengkonsumsi air tersebut.

“Nantinya ini bisa dimanfaatkan oleh semua warga kampus. Diharapkan, masing-masingfakultas bisa mempunyai ini, lalu berkembang lagi agar bis adimanfaatkan seluas-luasnya oeh masyarakat umum,” kata Nasir.

Selain meresmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum dan filterisasi air, Nasir juga meresmikan kebun tanaman buah tropis di Kampus Undiksha di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng. 

Menteri Nasir juga melakukan  penanaman bibit buah tropis pada lahan seluas 3,5 hektare. Selain bibit buah durian, pada lahan tersebut akan ditanam bibit buah alpukat, lengkeng dan pepaya.

Penanaman bibit buah tersebut merupakan titik awal pembangunan kebun buah skala orchard di lahan Undiksha.

Orchard buah ini nantinya akan menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat Bali dalam mengelola kebun buah dalam skala industri. Bibit buah dihasilkan oleh Pusat Bibit Buah Nusantara di Subang yang dikelola oleh PKHT dan PT. BLST Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah melakukan seleksi pohon induk dari seluruh Nusantara.

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menyampaikan Undiksha selama ini berkomitmen mengikuti kebijakan dari Kemenristekdikti, termasuk dalam pembuatan inkubator bisnis.

Menurutnya, inkubator sebagai salah satu strategi untuk memaksimalkan hilirisasi hasil penelitian para akademisi Undiksha. Seperti halnya pengembangan anggur laut, wine olahan anggur, kerajinan berbahan limbah bambu, maupun sejumlah produk yang digagas melalui pengabdian masyarakat. Produk-produk tersebut diharapkan bisa masuk ke sektor industri.

“Sebelum masuk ke industri, produk-produk penelitian ini ditangani dulu di inkubator. Dengan ini, animo para peneliti untuk menghasilkan produk bisa semakin meningkat,” jelasnya.

Rangkaian kunjungan kerja Menristekdikti merupakan bagian dari agenda Bakti Inovasi Teknologi. Hal ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Kemenristekdikti kepada masyarakat dari hasil karya anak bangsa dalam mengimplementasikan produk hasil inovasinya dalam upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Melalui Bakti Inovasi Teknologi, Kemenristekdikti memberikan beberapa produk inovasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bali. Produk inovasi tersebut merupakan hasil kegiatan pendanaan Ditjen Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

Produk inovasi anak bangsa yang diserahkan yaitu 1 unit TROLLS (TraktorTanganberbasisAndroid), 10 Kursi Roda Otomatis dengan kendali Smartphone Android, 20 Ponkod (Alat bantu Pemanjat Kelapa), 10 Bali Printer 3D 2 in 1,  2.400 botol Pupuk Hayati Plus (Biofarm), 2400 bibit buah tropika (Durian,Lengkeng, Alpukat)

Produk inovasi Air Siap Minum merupakan produksi dari inkubator bisnis teknologi UPN Veteran Jawa Timur, sedangkan TROLLS dari inkubator STIKOM Bali, Kursi Roda Otomatis dari inkubator P3M– PPNS, Ponkod dari inkubator STMIK Primakara, serta Bali Printer 3D 2in1 dari inkubator STIKI Indonesia.

Keempat inkubator bisnis ini merupakan inkubator yang dibina Kemenristekdikti melalui kegiatan Perusahaan  Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). |ET/R|