Benahi Lingkungan dengan Upaya Konstruktif

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat Forum Komunitas Peduli Lingkungan (FKPL)

Singaraja, koranbuleleng.com | Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengajak masyarakat untuk ikut peduli lingkungan dengan upaya-upaya konstruktif dan edukatif.  Upaya edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan. Masyarakat harus mengubah pola perilaku dalam mengatasi sampah dengan upaya 3R, Reduce-Reuse-Recycle.

Ajakan itu dikeluarkan oleh Bupati saat mengukuhkan Forum Komunitas Peduli Lingkungan (FKPL) Kabupaten Buleleng, di Seririt, Sabtu 21 September 2019.

Menurut Bupati yang akrab dengan sebutan PAS, mengatakan selama ini banyak orang yang mencoba memviralkan hal-hal yang kurang baik, khususnya masalah sampah, di media sosial. Hal itu menurutnya bukanlah sesuatu yang dilarang.

Namun demikian, Bupati asal Desa Banyuatis ini menilai tetap ada sisi negatif dari tindakan tersebut. Karena, hal itu dianggap ada upaya mempromosikan sampah secara negatif yang ada di Buleleng.

“Karena sekarang era global. (Sampah) difoto, lalu diunggah di medsos, dan tampil di seluruh dunia. Hal itu membuat kunjungan wisatawan kita menurun,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab.Buleleng Putu Ariadi Pribadi menjelaskan, pembentukan FKPL Kab.Buleleng sebagai bagian dari upaya DLH dalam menggerakkan elemen masyarakat dalam menangani masalah sampah.

Dikatakan, selama ini Pemerintah Daerah telah mengeluarkan program aksi bersih-bersih sampah, salah satunya Bali Resik Sampah Plastik. Hal itu sudah menunjukkan hasil yang signifikan dalam menekan timbulan sampah, khususnya sampah plastik.

Namun demikian, lanjut Ariadi, upaya tersebut hendaknya diikuti dengan upaya edukasi masyarakat untuk sadar lingkungan, dan pergerakkan elemen masyarakat secara mandiri.

“Itu sebabnya, selain gerakan Bali Resik dan aksi World Clean Up Day 2019, hari ini juga launching Bank Sampah Induk E-Darling dan Pengukuhan Forum Komunitas Peduli Lingkungan Kabupaten Buleleng,” terangnya.

Kepala Dinas termuda di Buleleng ini melanjutkan, aksi bersih-bersih dan edukasi sadar lingkungan yang dikombinasikan dengan   gerakan massa oleh komunitas peduli lingkungan diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan sampah di Buleleng.

Di sisi lain, Koordinator I FKPL Kab.Buleleng Made Wilasa mengatakan, pada program Edukasi Sadar Lingkungan (E-Darling) yang digagas DLH Buleleng, pihaknya nanti akan membagi diri menjadi tiga chapter, masing-masing di Buleleng Timur, Buleleng Tengah, dan Buleleng barat.

“Nanti inilah (chapter) yang akan kami maksimalkan teknis kerjanya. Seperti apa kegiatannya, yang mana harus dilaksanakan, yang disasar apa, dan yang dilibatkan siapa,” jelasnya.

Pegiat lingkungan dari Komunitas Trash Hero Buleleng ini juga menambahkan,  pihaknya akan segera memprogramkan gerakan bersih-bersih (celan up day) setiap seminggu sekali. Adapun yang menjadi sasaran nantinya adalah di lokasi-lokasi yang terjadi penumpukan sampah. Aksi itupun nantinya akan tetap melibatkan masyarakat sekitar.|R/NP|