Penghargaan Proklim Untuk Buleleng

Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka usai menerima penghargaan ProkLim dari Kementerian LHK atas komitmen Pemkab Buleleng mendukung pelaksanaan program kampong iklim

Singaraja, koranbuleleng.com | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan Program Kampung Iklim atau Proklim kepada Pemkab Buleleng saat festival Iklim tahun 2019 d Auditorium Manggala Wanabhakti KLHK, Jakarta Rabu 2 Oktober 2019. 

Penghargaan ini memang diberikan kepada pemerintah daerah yang konsisten atau menetapkan kebijakan serta melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan program kampong iklim dimasing-masing wilayah. 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LHK, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dan  diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP mewakili Bupati Agus Suradnyana.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana sebelumnya mengeluarkan peraturan Keputusan Bupati Buleleng Nomor 660/137/HK/2019 tentang Tim Sosialisasi Pembinaan Program Kampung Iklim Kabupaten Buleleng Tahun 2019 sebagai langkah untuk mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sehingga dapat menurunkan gas rumah kaca secara nasional.

Sejak tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mengusulkan sebanyak 17 lokasi ProKlim, dimana 3 lokasi mendapatkan penghargaan Tropy ProKlim Utama yaitu Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada (tahun 2012); Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan (tahun 2016); dan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak (tahun 2018).

Menurut Dewa Ketut Puspaka, penghargaan ini diterima karena kepemimpinan dari Putu Agus Suradnyana yang telah berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih terhadap Proklim dan program kampung bersih.

Menurutnya, sejatinya, Iklim seringkali membuat kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Banjir, kekeringan dan bencana alam lainnya tidak terlepas daripada iklim itu sendiri. Oleh karena itu, perhatian besar kepada Proklim dan Program Kampung Bersih sangat diperlukan. “Dengan begitu, kita perlu meningkatkan komitmen bersama dan menyamakan persepsi bahwa penanganan tentang iklim ini nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat pun terus diajak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung iklim lebih baik untuk mendapatkan lingkungan yang bersih. Dengan iklim yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih tentunya memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan iklimnya terjaga, bencana alam lebih bisa dihindari.

Mantan Kepala Bappeda Buleleng ini pun mengungkapkan saat ini Buleleng memiliki wilayah hutan yang ideal. Suatu daerah dikatakan memiliki wilayah hutan yang ideal ketika wilayah hutan 30 persen dari wilayah keseluruhan. Untuk Buleleng sendiri, sudah termasuk sangat idela karena luas wilayah hutannya 36 persen.

Sehingga Pemkab Buleleng gencar melaksanakan aktivitas-aktivitas mengenai perbaikan lingkungan  seperti konservasi hutan  dan pembatasan penggunaan plastik ataupun penanganan sampah plastik. “Selain itu, kita juga melakukan penanaman pohon pada area-area tertentu,” pungkas Puspaka.

Bupati Buleleng merupakan salah satu dari 44 Bupati/Walikota dan 6 Gubernur yang menerima Apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2019. Apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2019 adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah yang telah menetapkan kebijakan/peraturan serta melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di wilayah setempat yang sebagai kontribusi nyata Pemerintah Daerah dalam upaya pengendalian perubahan iklim. |NP|