Shelter Seismik Informasi Gempa dan Tsunami Dibangun di Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III akan membangun shelter seismic di Kabupaten Buleleng, untuk mendukung system informasi gempa bumi dan tsunami di wilayah Bali, khususnya di Buleleng.

Rencana itu disampaikan saat pihak dari BBMKG Wilayah III melakukan koordinasi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suwadnyana dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Gede SUgiartha Widiada.

- Advertisement -

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Mohamad Taufik Gunawan menjelaskan, pembangunan shelter seismik ini adalah salah satu program dari BMKG untuk meningkatkan kapasitas pendeteksi gempa bumi dan tsunami. Tahun sebelumnya sudah terbangun sebanyak 194 sensor disuluruh Indonesia dan ditahun 2020 ini akan ditambahkan lagi sebanyak 175 sensor.

Untuk saat ini sudah terpasang sebanyak 50 inten centimeter dan sebanyak 12 buah sudah terpasang di Buleleng. Alat ini nantinya memiliki fungsi untuk mengetahui dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi yang terjadi secara cepat dan akurat.

“Fungsinya yakni semakin rapat jaringan pencatat gempa (seismograf) itu, maka informasi yang datang semakin cepat dan akurat juga,” ujarnya.

Kecepatan informasi terkait gempa dan tsunami ini sangat didukung oleh kesiapan sensor dan alat pencatat. Namun, peletakan alat-alat BMKG ini memiliki standar khusus agar bekerja dengan baik. Salah satunya dasar tanah harus berupa bebatuan dan disekeliling alat tersebut harus jauh dari pusat keramaian.

- Advertisement -

“Nantinya ketika terjadi gempa bumi di Buleleng, secara otomatis alat akan mencatat dimana pusat kerusakan yang terjadi. Tanpa menunggu lama, BPBD pun dapat segera mengambil tindakan dan menuju lokasi yang diinfokan,”kata Gunawan.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut positif rencana tersebut. Apalagi perangkat tersebut mampu perkuat sistem informasi gempa  dan tsunami di Buleleng. Terlebih lagi, Buleleng memiliki sejarah terjadinya gempa dengan kekuatan yang tinggi hingga menimbulkan banyak korban jiwa di Buleleng tahun 1976 silam.

Saat ini pun, Buleleng masih berpotensi akan terjadi gempa bumi, karena Buleleng memiliki banyak patahan lempeng bumi. Rencananya, Pemkab Buleleng akan menyiapkan sebuah lahan di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

“Saya akan fasilitasi pembangunan perangkat ini bersama bagian aset terkait penyediaan lahan tersebut, ukurannya kurang lebih 1 are dan tidak terlalu luas namun memiliki manfaat yang cukup besar,”ucap Agus Suradnyana. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts