1000 Bambu Untuk Buyan

Singaraja, koranbuleleng.com | 1000 pohon bambu tabah akan ditanam di sekitaran hutan danau Buyan, Desa Pancasari, kecamatan Sukasada, Sabtu-Minggu 1-2 Februari 2020. Penanaman seribu bambu ini sebagai salah satu solusi dalam mengatasi masalah isu lingkungan yang terjadi di Bali dengan menjaga hulu atau sumber airnya dalam hal ini Danau itu sendiri.

Agenda penanaman 1000 bambu di danau Buyan oleh IKAYANA bekerjasama dengan Pemkab Buleleng, Forum Petani Muda Bali, Udayana Community Development Program, Petani Muda Keren dan Bali Organik Subak (BOS). Agenda ini untuk memperingati hari jadi IKAYANA  ke-45 sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu panitia, Agung Wedha dari BOS menjelaskan kegiatan selama dua hari dibagi dalam dua agenda yakni, safari kesehatan dan penanaman seribu bambu. Di hari pertama akan memfokuskan pada potensi pertanian yang ada di desa Pancasari dan juga safari kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan diabetes.  

Kegiatan di hari kedua difokuskan pada penanaman 1000 pohon bambu tabah di sekitaran hutan danau Buyan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi salah satu solusi nyata dalam mengatasi masalah isu lingkungan yang terjadi di Bali dengan menjaga hulu atau sumber airnya dalam hal ini Danau itu sendiri.

Danau Buyan merupakan salah satu danau di Bali yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Ia diapit oleh dua danau lainnya, yaitu Danau Tamblingan di sebelah barat dan Danau Beratan di timur.  

Luas Danau Buyan luas 490 hektar dengan kedalaman maksimal mencapai 89 meter.  Di antara danau Buyan dan Tamblingan yang terpisahkan oleh hutan sepanjang kurang lebih satu kilometer, terdapat sebuah kolam yang terhubung langsung dengan danau Buyan melalui sebuah kanal sempit. Oleh masyarakat kolam ini dinamakan Telaga Aya. Kedua danau itu menjadi sumber mata air bagi Bali.

Penanaman bambu menjadi menjadi pilihan karena tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi untuk menjaga lingkungan dan ekosistem air.

Dari sejumlah penelitian, sistem perakaran tanaman bambu sangat rapat. Akar-akarnya menyebar ke segala arah, baik menyamping atau pun ke dalam. Lahan tanah yang ditumbuhi rumpun bambu biasanya menjadi sangat stabil. Tak mudah terkena erosi. Oleh karena itu air juga lebih mudah menyerap ke dalam tanah yang ditumbuhi tanaman tersebut.

Penggunaan bambu sebagai tanaman konservasi air dan tanah sudah dilakukan di negara-negara lain seperti Cina dan India. Mereka telah berhasil memanfaatkan tanaman bambu untuk kepentingan konservasi air dan tanah. Sebuah laporan penelitian yang terbit di Cina menyebutkan bahwa bambu mempunyai kemampuan menyimpan air tanah lebih banyak hingga 240% jika dibandingkan dengan tanaman pinus.

Bambu merupakan teknologi kapiler dari alam yg paling canggih, sebagai peresap dan menyimpan air, buktinya di setiap kerimbunan hutan Bambu pasti terdapat mata air yg keluar konstan dan stabil biarpun di musim kemarau. Bambu mampu melepas 35 persen oksigen dan merupakan tumbuhan yang sangat berguna dalam menghijaukan tanah-tanah yang tidak produktif atau telah terdegradasi.

Perkebunan bambu juga memberikan manfaat yang luas dan tumbuh cepat. Bambu dapat menjadi panel, lantai, bio-fuel, furnitur dan kebun bambu itu sendiri dapat menjadi lokasi “carbon catchment” yang memiliki nilai ekonomi. Bambu memiliki karakter tumbuhan yang sangat bagus. |R/NP|