Reboisasi Hutan Munduk Lemo, Lembaran Baru Desa Pangkung Paruk

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana melakukan penanaman pohon di Desa Pangkung Paruk

Singaraja, koranbuleleng.com| Reboisasi dilakukan di Kawasan Hutan Munduk Lemo, di Banjar Dinas Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk. Hutan ini sebelumnya mengabarkan kehebohan karena ada penebangan liar secara besar-besaran yang dilakukan secara masiv dan sistematis. Bahkan, menurut tutur warga, pelakunya sering mengancam warga setempat apabila ada yang  berani melaporkan kepada aparat berwenang. Hingga akhirnya, Tentara bergerak melakukan pengintaian bersama warga.  

Dan secara mengejutkan, Dandim 1609/Buleleng,Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, membawa barang bukti hasil penyergapan berupa sejumlah kayu gelondongan ke kantor Bupati Buleleng dan diterima langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, beberapa waktu lalu.  

Dari situlah, proses hukum terus berlanjut. TNI tidak mau kasus pembalakan hutan secara liar ini tanpa proses hukum, hingga barang bukti ini dititipkan ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Lalu Perbekel Desa Pangkung Paruk akhirnya melaporkan secara resmi aksi pembalakan liar itu ke Polres Buleleng. Saat ini, kasus hukum illegal logging ini sedang bergulir di tangan Penyidik Polres Buleleng.

Proses hukum sedang berjalan, Pemkab Buleleng bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Buleleng berupaya melakukan perbaikan terhadap kerusakan alam di hutan Munduk lemo.  Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana langsung memutuskan untuk melakukan reboisasi dengan penanaman rbuan pohon di hutan ini. 

Penanaman tanaman baru ini menjadi lembaran baru pula untuk hutan Negara dan warga di skeitarnya, pasalnya hutan in imenjadi salah satu sumber resapan dan sumber mata air di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt.

Kegiatan penanaman pohon ini dipusatkan di Banjar Dinas Lebah Mantung Desa setempat Kamis, 6 Februari 2020. Bupati Buleleng Putu Agus SUradnyana bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan juga ratusan orang lainnya ikut serta dalam kegiatan itu.

Total pohon yang ditanam dalam kegiatan itu adalah 1.250 yang terdiri dari pohon jenis Sonokeling, Intaran, Mahoni, dan pohon jenis Gamelina. Pohon-pohon jenis ini diketahui memiliki karakter untuk menyerap air, dan juga tumbuh dengan cepat. Selain itu, pohon-pohon ini merupakan jenis pohon berbuah. Buah-buah gugur yang dihasilkan dari pohon itu juga disebutkan bisa tumbuh dengan cepat, sehingga nantinya, hutan akan kembali lebat dan hijau.

Penanaman pohon ini tentu menjadi sebuah harapan baru bagi warga di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Walaupun belum bisa dirasakan dalam waktu yang cepat, namun ada harapan pohon-pohon ini tumbuh rindang dan subur, dan kelak menjadi salah satu sumber air di Desa Pangkung Paruk.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Perbekel Desa Pangkung Paruk, Kecaatan Seririt Ketut Sudiarsana. Menurutnya, selama ini dengan gundulnya Hutan Lindung setempat akibat terjadinya pembalakan liar, Pangkung paruk mengalami krisis air bersih. Kondisi itu utamanya diraskaan oleh warga yang bermukim dibagian bawah hutan.

Ia pun mengaku senang dengan adanya upaya penghojauan kembali Hutan Pangkung Paruk oleh Pemerintah daerah dengan dibantu TNI dan Polri serta konponen masyarakat Buleleng. Bahkan dari kegiatan ini, warga juga berkomitmen untuk menjaga agar bibit tanaman yang ditanam kali ini bisa tumbuh dengan subur.

“Karena kita sudah merasakan, dari kekurangan air bersih yang dirasakan warga masyarakat. Dan sekarang masyarakat berkomitmen menjaga hutan ini,” ujarnya singkat.

Sementara Bupati Buleleng Putu Agus SUradnyana menegaskan jika yang terpenting dari kegiatan penanaman pohon adalah memastikan jika pohon yang ditanam hidup dan tumbuh dengan baik. Karena selama ini, banyak kegiatan penanaman pohon hanya bersifat ceremonial belaka.

“Menanam kita upayakan untuk hidup, karena sekarang musim hujan tepat waktunya menanam pohon. Kedepan, saya minta bantuan kepada Pak dandim dan Kapolres, untuk anggotanya bisa menjaga pohon ini bisa hidup, sekali kali kita datang untuk menyiram,” ujarnya.

Menurutnya, waktu yang tepat untuk kegiatan menanam pohon adalah saat memasuki musim hujan. Sehingga, ada harapan jika pohon-pohon tersebut akan hidup. Bupati Agus Suradnyana juga mengajak seluruh masyarakat untuk bisa peduli terhadap lingkungan.

“Saya tidak melihat ini sebuah gerakan yang harus dilakukan sekarang saja. Kita tidak usah pencitraan lah, kita lebih dari hati bahwa kita cinta kepada lingkungan dan mari kita selamatkan bumi ini,” tegasnya. |RM|