Peserta Seleksi CPNS Diperiksa Dengan Metal Detector

Pemeriksaan peserta seleksi CPNS Kabupaten Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buleleng tahap pertama sudah digelar di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bali, Senin 10 Pebruari 2020. Pemeriksaan dilakukan secara seksama  kepada peserta, bahkan petugas menggunakan metal detector untuk melakukan pemeriksaan.

Peserta juga dilarang membawa tas ransel, air mineral kemasan, jam tangan, perhiasan, bahkan jimat. Selain itu peserta juga wajib mencetak kartu ujian yang diunduh melalui SSCASN menggunakan akun masing-masing peserta seleksi. 

Hari pertama SKD diikuti 2000 peserta dan terbagi kedalam lima sesi.  Setiap sesi diikuti sebanyak 400 orang peserta. Total peserta yang berhak mengikuti SKD ini mencapai 6221 peserta.

Asisten I Pemerintahan Umum, I Putu Karuna, SH bersama Sekretaris Komisi I DPRD Buleleng, I. Made Agus Susila, Kepala BKPSDM Buleleng, Gede Wisnawa, SH., dan Inspektur Buleleng, I Putu Yasa, SH, MM menyaksikan langsung proses seleksi SKD ini.

 “Seluruh panitia sangat komitmen untuk menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Harus diapresiasi dan perlu menjadi perhatian bersama guna menjaga ketertiban saat berlangsungnya ujian,” ungkap Karuna.

Proses seleksi yang ketat ini menjadi harapan untuk mencetak ASN atau Pegawai Negeri Sipil yang berkualitas.  Tahap seleksi adalah sosok pegawai yang ideal, siap bekerja dan siap mengabdi untuk Buleleng.

“Secara seksama sudah dapat disimak proses tes hari ini sangat sempurna, saya sangat berharap dan Pemerintah Kabupaten Buleleng khususnya melalui ujian ini dapat melahirkan PNS yang siap bekerja dalam kondisi apapun untuk membangun Buleleng,” tambah Putu Karuna.

Sementara itu,  Made Agus Susila mengatakan seleksi CPNS ini sudah berjalan secara adil, untuk menghasilkan kualitas aparat pemerintah yang semakin baik.

“Jangan lagi ada stigma di masyarakat untuk menjadi seorang PNS dapat dicapai dengan menempuh cara yang tidak benar. Melalui kesempatan ini juga dapat disampaikan kepada masyarakat bahwa tes ini berlaku secara nasional dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Agus Susila

Di sisi lain, Gede Wisnawa, SH menyampaikan bahwa sebelum ujian ini berlangsung, panitia telah banyak memberikan informasi kepada seluruh peserta tes tentang ketentuan dalam kegiatan melalui website BKPSDM Buleleng. Tibanya ditempat tes, panitia mengingatkan kembali akan  ketentuan-ketentuan yang harus diikuti oleh seluruh peserta.

“Nantinya para  peserta ini melewati 3 tahapan sebelum masuk ke ruang ujian, pertama yakni penyesuaian identitas peserta dengan KTP, selanjutnya mengisi absensi  peserta dan pemberian PIN, serta yang ketiga steril dengan metal detector. Langkah ini sebagai antisipasi praktek perjokian atau kecurangan dalam tes,”  kata Wisnawa

Hari perdana ini, secara keseluruhan telah berjalan dengan tertib. Belum ada kendala yang ditemui dalam berlangsungnya ujian. Antusiasme peserta yang membawa sanak keluarganya pun terlihat sejak pagi hari sudah ramai menunggu di luar gedung ujian.

“Dirinya juga berharap seluruh peserta tes mampu bekerja mandiri dan yakin dengan diri sendiri. Tes ini tidak dapat dimanipulasi dan sangat tersistem serta dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Gede Wisnawa. |R/NP|