Sakit, Satu Siswa Paksakan Diri Ikut UN di Rumah Sakit

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menjenguk siswa yang mengikuti UN di Rumah Sakit |Foto : Rika Mahardika|

Singaraja| Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung di Kabupaten Buleleng memang berjalan lancar. Namun demikian, ada sejumlah siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional lantaran dalam kondisi sakit dan dirawat di beberapa Rumah sakit di Buleleng.

Dari pantauan Koran Buleleng di hari kedua pelaksanaan UN, Salah seorang siswa yang tengah dalam kondisi sakit yakni Kadek Kristina Dwijayanti dari SMK Negeri 1 Kubutambahan, harus melaksanakan UN di RS Paramasidhi tempatnya menjalani perawatan. Naskah dan Lembar jawaban pun harus diantarkan ke rumah sakit tersebut.

Kegiatan UN yang diikuti siswa bersangkutan juga diawasi langsung oleh Panitia, Pengawas, termasuk Kepala SMK Negeri 1 Kubutambahan. Bahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Kadisdik Buleleng Gede Suyasa mengunjungi siswa tersebut, Selasa (5/4). Orang Nomor satu di jajaran pemkab Buleleng itu sempat memotivasi Kadek Kristina Dwijayanti untuk semangat dalam mengikuti Ujian nasional, walaupun di kerjakan di Rumah sakit.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan, Kondisi siswa dari SMK Negeri 1 Kubutambahan ini sudah dalam kondisi membaik, sehingga diijinkan untuk mengikuti Ujian Nasional. “kondisinya memang sudah membaik dan diijinkan oleh dokter untuk mengikuti ujian nasional,” Ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Gede Suyasa. Menurutnya, siswa dan orang tua bersangkutan meminta untuk bisa mengikuti ujian nasional, walaupun dikerjakan di rumah sakit tempatnya menjalani perawatan.

“Ini memang sudah dikoordinasikan sebelumnya, baik bersama dokter, orang tua dan siswa yang bersangkutan. Dan ini memang permintaannya untuk bisa ikut ujian. Apalagi dokter juga mengijinkan karena kondisinya memang sudah membaik,” Jelasnya.

Disisi lain, untuk para siswa yang absen dan tidak bisa mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional sesuai jadwal, akan diberikan waktu untuk mengikuti ujian nasional susulan. “Untuk ujian nasional susulan akan dilaksanakan senin (11/4) pekan mendatang,’” imbuh mantan Kadisbudpar ini.

Dari data sementara yang diproleh pada Dinas Pendidikan Buleleng, tercatat ada tiga siswa yang tidak mengikuti Ujian Nasional karena sakit. Yakni 1 orang dari SMA Negeri 4 Singaraja, dan 1 Orang dari SMA Saraswati.

Ujian Nasional Bukan Penentu Kelulusan

Disisi lain, pelaksanaan Ujian Nasional yang berlangsung tahun ini bukan merupakan parameter sebagai penentu Kelulusan. Menurut Kadisdik Buleleng Gede Suyasa, Ujian nasional tidak menjadi ukuran dalam kelulusan. Penentuan kelulusan akan ditentukan oleh pendidikan disekolah masing masing.

“Penentuan kelulusan akan dikembalikan sesuai dengan Undang Undang yakni ditentukan oleh pendidik. Pendidik nantinya akan yang melakukan evaluasi sesuai dengan ketuntasan minimal selama mengikuti proses belajar di sekolah masing masing,” jelasnya.

Kadisdik Buleleng Gede Suyasa mengatakan, hasil Ujian nasional akan dimanfaatkan untuk bahan evaluasi dari Pemerintah Pusat untuk melakukan pemetaan atau mapping kualitas, dan mapping integritas terhadap sekolah yang melaksanakan ujian nasional, termasuk sebagai syarat siswa untuk mencari Perguruan Tinggi.

“Nilai UN akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Pusat untuk mengetahui kualitas dan integritas dari sekolah untuk menghasilkan siswa yang jujur. Makanya disini kejujuran dari siswa sangat diperlukan. Kan percuma mempunyai nilai tinggi kalau tidak jujur, karena untuk mencari Perguruan tinggi akan mengikuti test juga,” Ungkapnya. |RM|