Siswa Miskin Raih Prestasi Nasional Bidang Tehnik Arsitektur

Komang Harum Patmawati, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Singaraja (STEMSI) jurusan Tehnik Gambar Bangunan ini berhasil memenangkan kompetisi bergengsi tingkat Nasional dengan menyabet gelar terbaik, Juara I dalam Kompetisi bertajuk CAD BUILDING COMPETITION 2016 |Foto : Putu Hardiyanta Nugraha|

Singaraja, koranbuleleng.com | Seorang siswa miskin, Komang Harum Patmawati, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Singaraja (STEMSI) jurusan Tehnik Gambar Bangunan ini berhasil memenangkan kompetisi bergengsi tingkat Nasional dengan menyabet gelar terbaik, Juara I  dalam ajang kompetisi yang diadakan fakultas teknik Universitas Negeri Malang.

Kompetisi bertajuk CAD BUILDING COMPETITION 2016 yang diselenggarakan mulai tanggal 30 s/d 1 Oktober 2016 ini digunakan sebagai wadah pembuktian dan uji kemampuan para siswa berprestasi utusan masing-masing sekolah. Tak tanggung-tanggung Komang Harum Martini pun mampu menyisihkan ratusan pesaingnya yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Desain karyanya berupa Rumah Krepyak Bernuansa Tropis yang dituangkan dalam sebuah maket akhirnya mampu memukau tim juri dan menobatkannya sebagai jawara tingkat nasional serta berhak memboyong piala serta piagam dan uang tunai bernilai sebesar Rp 4 juta.

“Keberhasilan dan prestasi yang saya capai saat ini merupakan sebuah anugerah, hal ini berkat support dukungan dan doa dari semua pihak, terima kasih saya ucapkan kepada guru pembimbing, senantiasa meluangkan waktu menggembleng, mempersiapkan segala sesuatunya terutama kepada Bapak Arifin dan Bapak Gede Indra Atmaja,” ucapnya saat dikunjungi di rumahnya di Dusun Desa, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng Selasa, 5 Oktober 2016.

Bagi Harum, selepas lulus SMA, mengenyam pendidikan tinggi di bangku perkuliahn ibarat mimpi di siang hari. Kendala ekonomi jadi penghalang. Ayahnya hanya bekerja sangging sedang sang ibu hanya ibu rumah tangga. Untuk menopang kebutuhan keluarga, sang kakak lelakinya harus membantu ayahnya, sedangkan kakak pertamanya memutuskan untuk menikah.

“Keinginan melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan adalah impian yang saya cita-citakan sejak kecil, namun sepertinya itu hanya sebatas mimpi, terbentur kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, kasihan jika harus membebani ayah, saya memikirkan biaya kuliah, semoga ada lembaga Universitas yang bisa memberikan peluang menyelenggarakan pendidikan secara gratis,” harap Harum.

Sementara itu, Made Pageh selaku orangtua menyatakan sangat mendukung segala bentuk kegiatan-kegiatan yang selama ini ditekuni putrinya di sekolah.

“Bagi kami, pendidikan merupakan landasan utama bagi generasi muda untuk dapat menjadi pemimpin dalam menghadapi tantangan global kelak. Untuk itu, kami senantiasa mendukung upaya-upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan di STEMSI,” ujarnya.

Keterbatasan ekonomi bukanlah menjadi penghalang untuk mengukir prestasi, Bakat seni yang dimiliki Harum sepertinya telah mendarah daging dari sang ayah yang berprofesi sebagai Sangging (tukang pembuat sanggah)

“Harum merupakan anak bungsu dari tiga saudara, kerja keras, dan semangat pantang menyerah selalu kami tanamkan kepada anak-anak. Kami tidak ingin keterbatasan ekonomi menjadi penghalang dan akhirnya membuat mereka patah semangat. Saat mengenyam pendidikan di SD sampai SMP selalu mendapat rangking. Mulai duduk dibangku SMP aktif dalam organisasi yang digelut, OSIS dan Pramuka,” ungkap Made Pageh. |RM|