Pasar di Simpang Dibongkar Bangun Tugu Pahlawan

Lokasi pasar di tengah pertigaan antara Jelurahan Penarukan dan Desa Jinengdalem sudah rata dengan tanah. Rencananya, disini akan dibangun tugu pahlawan.

Singaraja, koranbuleleng.com| Desa Pakraman Penarukan membongkar pasar tradisional yang berlokasi di ditengah simpang pertigaan jalan Kelurahan Penarukan dan Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng. Hal itu dilakukan lantaran keberadaan pasar tersebut dianggap mengganggu arus lalu lintas. Selanjutnya, lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan tugu pahlawan.

Proses pembongkaran pasar tradisional itu mulai dikerjakan sejak tiga minggu lalu. Kini, seluruh pedagang yang sebelumnya menempati pasar tersebut telah dipindahkan ke Pasar yang dibangun oleh Desa Pakraman Penarukan di Banjar Sidayu, tepatnya ke arah Barat dari Pasar lama.

Kelian Desa Pakraman Penarukan, Jero Dalang Paneca menjelaskan, keberadaan pasar tradisional tersebut selama ini memang menuai keluhan dari pengguna jalan. Terlebih lagi, jumlah pedagang di Pasar tersebut terus bertambah, bahkan beberapa pedagang hingga menjajakan dagangannya menggunakan badan jalan.

Terlebih lagi, Ruas jalan tersebut merupakan Jalan Nasional, sehingga banyak kendaraan-kendaraan besar seperti truck yang melintas di jalur tersebut. Tidak hanya itu, ruas jalan itu juga kini sering dilalui oleh Bus milik Undiksha Singaraja, karena kampusnya berlokasi di Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng

“Kami harus bertahap, sebelum kami pindahkan pedagang itu, kami siapkan dulu bangunan pasarnya secara swadaya. Setelah itu baru kami bisa ratakan, untuk nanti kami bangun tugu pahlawan,” jelasnya.

Menurut Jro Dalang Paneca, rencana pembangunan tugu pahlawan di lokasi Pasar yang kini sudah rata tersebut memang sudah lama. Kelurahan Penarukan sendiri memiliki tiga pejuang yang gugur di medan perang pada tahun 1945, yakni Ida Kade Samba, Ida Putu Tantri, dan Bagus Putu Astra.

Sebenarnya, ketiga Pejuang itu sudah dibuatkan tugu yang berada di sebelah timur Pasar. Hanya saja karena lokasinya tersembuyi, keberadaan tugu pahlawan itu tidak banyak yang mengetahui.

“Jadi anak-anak dan generasi sekarang ini masih kurang tahu, kalau Panglisir atau leluhurnya pernah menjadi pejuang. Karena tugu pahlawan itu lokasinya masih tersembuyi. Nah inilah yang kami pindahkan nanti ke loaksi pasar itu, agar semuanya mengetahui,” Jelasnya. |RM|