Dua Tukang Ojek Berkelahi, Satu Tewas

Polisi periksa Nyoman Rapet, pelaku pembunuhan

Singaraja, koranbuleleng.com| seorang warga desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Made Sukamara, ditemukan tewas bersimbah darah. Sukamara, berprofesi sebagai ojek ini terluka parah pada bagiann perutnya. Selasa, 26 Juni 2018. Tukang ojek ini tewas dengan usus terburai karena ditusuk oleh rekan sesama tukang ojek, bernama Nyoman Rapet, juga warga desa setempat.

Berdasarkan data di Kepolisian menyebutkan, bahwa antara Korban dengan Pelaku sempat terjadi cekcok adu mulut sehari sebelum kejadian, lantaran korban yang sering menghina pelaku.

Keesokan harinya pun masih sempat terjadi adu mulut. Hingga kemudian, korban sempat menantang pelaku untuk berkelahi. Tantangan itupun diladeni Pelaku disebuah Kuburan Desa Sudaji.

Tiba di lokasi kejadian, Korban Made Sukamara tanpa basa-basi langsung memukul Pelaku Nyoman rapet dengan balok kayu, hingga membuatnya terjatuh.

Saat itu, korban terus menghujani pelaku dengan pukulan dengan baok, hingga kemudian Pelaku menusuk korban dengan sebuah pisau dapur pada bagian perut. Melihat kejadian itu, pelaku pun langsung meninggalkan korban.

Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan juga keterangan beberapa saksi, antara korban dengan tersangka memang sering berselisih paham hingga adu mulut.

Puncaknya terjadi pada Selasa, sekitar pukul 06.00 wita, Korban selanjutnya menantang tersangka duel di kuburan Desa Sudaji.

“Tersangka sempat dipukuli dengan balok, karena mungkin terdesak, tersangka mengeluarkan pisau yang dibawanya, dan melakukan penusukan di perut bagian kanan. Sebelumnya memang keduanya sering bercanda yang akhirnya menimbulkan ketersinggungan,” Jelasnya.

Menurutnya, setelah melakukan penusukan, tersangka kemudian meninggalkan korban dan pulang ke rumahnya. Hingga kemudian akhirnya, tersangka menyerahkan diri kepada Babinkamtibmas Sudaji, dan selanjutnya diamankan ke Mapolsek Sawan.

Tersangka yang diamankan ke Mapolsek Sawan dalam keadaan terluka pada bagian kepala dan juga tangan. Polisi selanjutnya membawanya ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Buleleng untuk pengobatan. Sementara Polisi langsung melakukan olah lokasi peristiwa dan mengamankan sebuah balok kayu dan pisau dapur.

“Dari keteragannya, Pisau itu memang dibawa tersangka dan disimpan di tas pinggangnya untuk mencari daun pisang,” Imbuhnya.

Sementara itu, dihadapan Polisi, Tersangka Nyoman Rapet mengaku menyesal telah melakukan penusukan terhadap korban.

Ia mengaku terpaksa melakukan hal itu lantaran terdesak, akibat terus dipukuli korban dengan balik kayu. Ia juga mengaku gelap mata dan tersinggung dengan ucapan korban yang terkesan menghina dirinya dan keluarganya.

“Terus terang saya gelap mata pak, karena dia (korban, red) terus menghina saya. Dia menantang dan saya ladeni. Saat berkelahi saya terus dipukul pake kayu, saya berpikir, daripada saya mati, langsung saya ambil pisau dan menusuknya sekali di perut. Saya menyesal sekarang pak,” ujarnya.

Disisi lain, setelah tersungkur dengan kondisi luka tusuk dan perut terburai, Korban Made Sukamara sempat dilarikan ke IGD RSUD Kabupaten Buleleng. Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal. Korban selanjutnya dilakukan pemeriksaan visum luar oleh Dokter. Hasilnya, korban diketahui tewas akibat luka tusukan hingga ususnya terburai di bagian perut kanan.

“Setelah dilakukan visum luar, hanya ada satu luka saja. Luka tusuk di perut bawah ulu hati. Pangjang tusukan itu sekitar 14 sentimeter hingga usunya terburai,” Jelas Kasubag Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara.

Akibat perbuatannya itu, Tersangka Nyoman Rapet dijerat Pasal 351 Ayat (3) KUHP atas tindakan melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal, dengan ancaman hukumal penjara selama 7 tahun. |RM|