Atlet Panjat Tebing Buleleng Berlaga di Cina

Atlet Panjat Tebing Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi

Singaraja, koranbuleleng.com|Salah satu atlet Panjat Tebing Buleleng,  Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi perwakilan Indonesia untuk berlaga ke tingkat Internasional yakni di Negara Cina pada November 2019 mendatang.

Keberhasilan anak ke-dua dari tiga bersaudara ini dalam dunia olahraga Panjat Tebing terbilang tidak mudah. Pasalnya, awal mula kecintaannya pada olahraga ini sempat tidak mendapat dukungan dari kedua orang tuanya.

Kisah kesuksesannya berhasil menjadi atlet panjat tebing professional berawal saat Ia masih berusia 8 tahun. Ia yang awalnya mengikuti bibinya Desa Komang Mulia Astiti yang juga seorang atlet untuk berlatih, mulai menunjukkan kecintaannya pada olahraga ekstrem ini. Perempuan yang kini duduk dibangku Kelas XII TKJ I SMK Negeri 3 Singaraja ini kemudian memutuskan untuk ikut berlatih.

Namun sayang, niatnya itu justru tidak mendapatkan dukungan. Kedua orangtuanya I Dewa Putu Sekar dan Jro Komang Sariartini memutuskan untuk tidak merestui Putrinya itu untuk menjadi seorang atlet panjat tebing.

Alasannya pun sangat sederhana, hanya karena sang Ayah melihat olahraga ini sangat berbahaya. Tidak mendapat dukungan dari orang terdekatnya, Perempuan kelahiran Sambangan, 24 Januari 2001 ini tidak memilih mundur, namun tetap maju dan terus berlatih.

“Ayah saya yang paling tidak mendukung. Setiap latihan ngga pernah mau dianterin, akhirnya saya setiap latihan numpang sama bibik,” Tuturnya.

Setelah berlatih selama beberapa tahun, pada saat usia menginjak 10 tahun, Desak Made Rita Kusuma Dewi kemudian mengawali karir kejuaraan sebagai seorang atlet pemula untuk Mewakili Buleleng di Kabupaten Klungkung. Disana, ia belum berhasil menorehkan prestasi.

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. Justru Ia semakin giat berlatih, hingga satu tahun kemudian, Desak yang bercita-cita untuk menjadi Polwan ini tampil dalam Porsenijar di Denpasar mewakili Buleleng. Disanalah Ia berhasil mendulang prestasi dengan meraih 1 medali emas dan 1 medali perak.

Seiring berjalannya waktu, sejumlah prestasi pun semakin banyak Ia raih. Beberapa prestasi yang sudah ernah dicapai diantaranya Kejurnas Kelompok Usia (KU) di Karimun Batam Desember 2014 berhasil meraih 1 medali Perunggu di nomor Speed Classic Spider Kid A Putri.

Kemudian pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 lalu di Gianyar, Ia berhasil meraih 1 medali perak untuk nomor Speed Track da Speed Classic, serta 1 medali perunggu di nomor lead beregu putri.

Sementara dalam perhelatan Porjar Bali 2018, Desak berhasil mengumpulkan 3 medali emas pada nomor Bouler SMA putrid, Speef classic, dan Speed campuran. Sedangkan dinomor lead Ia hanya berhasil meraih 1 medali perak.

Prestasi terbaru yang dicapai Desak adalah meraih 2 medali emas pada nomor Speed World Record Youth A Putri dan Boulder Youth A Putri, 1 medali perak di nomor Lead Youth A Putri dan 1 medali perunggu pada katagori Combien Putri dalam Kejurnas Panjat Tebing Junior Kelompok Umur (KU) tahun 2018 yang digelar di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Riau pada tanggal 22-29 September 2018 lalu.

Atas prestasi inilah, Desak kemudian dipercaya untuk menjadi atlet Indonesia untuk berlaga pada Kejuaraan Panjat Tebing Asian Youth di Chong Ging Cina, pada tangal 1-4 November 2018 mendatang. Deretan sejumlah prestasi inilah yang kemudian membuka pintu restu dan dukungan dari kedua orang tunya dalam karirnya menjadi atlet panjat tebing professional.

“Saya hanya berusaha untuk tekun latihan walaupun numpang, hingga kemudian dapat juara. Hasilnya adalah sampai sekarang orang tua sangat mendukung,” ujarnya bangga.

Menjadi Perwakilan Indonesia untuk berlaga di Cina dalam Kejuaraan Panjat Tebing Asian Youth ini bisa dibilang adalah puncak karirnya. Ia pun masih tidak menyangka bisa berlaga hingga ke tingkat Internasional. Pun demikian, Desak yang memang memiliki hoby olahraga ini berjanji untuk memberikan yang terbaik, demi mengharumkan nama Indonesia di Dunia.

“Sekarang cuma focus latihan teknik saja, dan tentunya mempersiapkan mental. Kalau berbicara target, saya astungkara bisa memberikan emas untuk Indonesia,” Yakinnya.

Sementara itu, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng, Dr. Wahjoedi, berterima kasih kepada ikatan orang tua atlet (IOA) dan guru pembimbing olahraga yang telah mendukung para anak didiknya hingga mewujudkan prestasi terbaik bagi Panjat Tebing Buleleng.

Hal ini menurutnya akan mampu menjadi cambuk bagi segenap atlet panjat tebing Buleleng untuk terus berusaha dan giat berlatih agar berhasil menorehkan prestasi.

“Ini adalah cambuk penyemangat, dan mudah-mudahan apa yang dicapai Desak bisa diikuti atlet lainnya untuk terus menorehkan prestasi membanggakan,” jelasnya. |RM|