Misteri Colek Pamor di Pelinggih Terulang

Seorang warga Buleleng menunjukkan tanda putih atau colek pamor pada pelinggih

Singaraja, koranbuleleng.com| Misteri colek pamor yang ditemukan di pelinggih kembali terulang di sejumlah wilayah di Buleleng. Peristiwa ini sebenarnya pernah terjadi danmenghebohkan warga beberapa tahun silam sekitar tahun 2005, namun sampai kini masih misteri. Tak diketahui, siapa yang mengguratkan pamor ke sejumlah pelinggih.

Peristiwa ini kembali muncul sejak beberapa hari terakhir. Anehnya, colek pamor yang ada di pelinggih diketahui tengah malam setelah pukul 24.00 wita.

Dari beberapa peristiwa yang ada, diakui oleh warga colek pamor itu berupa garis lurus yang tergurat di pelinggih.  Warna putih sejenis kapur.

Salah satunya adalah pelinggih milik Putu Budiartawan. Warga Lingkungan Banjar Paketan Kelurahan Paket Agung ini mengetahui peristiwa ini sekitar pukul 01.00 wita. saat itu Ia mendapatkan informasi ini dari temannya, hingga kemudian Ia pun mengecek langsung pada pelinggih Penunggun Karang yang ada di rumahnya.

“Setelah saya dapat informasi dari teman, saya langsung ke luar dan mengecek di Pelinggih  Penunggun Karang, ternyata benar berisi dua coretan colek pamor. Saat itupun rasanya langsung merinding,” tuturnya.

Salah seorang Tokoh Agama di Banjar Adat Pakraman Banjar Paketan Putu Mahendra menjelaskan, peristiwa colek pamor yang terjadi saat ini kemungkinan hampir mirip dengan peristiwa tapak dara yang pernah terjadi sekitar tahun 2005 silam. Dimana simbol ini menjadi sebuah peringatan bagi umat hindu khususnya di Buleleng.

“Apakah peringatan untuk mawas diri atau akan ada bahaya, itu masih jadi pertanyaan. Jadi karena kita tidak mengerti, mari tingkatkan dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan bersembahyang,” telasnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng, Dewa Suardana enggan berkomentar banyak. Ia hanya meminta kepada masyarakat agar tidak membahasnya terlalu dalam, dan menganggap fenomena ini sebagai sebuah berkah, bukan mistis.

“Saya juga jangan sampai dibilang mempercayai mistik, anggap saja ini berkah. Kalau di bahas sampai dalam tidak ada jalan keluarnya,” ujarnya singkat. |RM|