Durian Bestala Dijadikan Ikon Buah Buleleng

Pembibitan Pohon Durian di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan. |Foto sebagai illustrasi : Nova Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Desa Bestala dan Desa Munduk Bestala terkenal dengan hasil perkebunan buah durian sejak lama.  Hasil perkebunan buah durian dari desa ini populer ke seantero Bali.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana berencana untuk melakukan pembibitan pohon durian Bestala ini untuk diperbanyak dan dijadikan ikon buah Buleleng. Pria dari Desa Banyuatis ini mengaku sudah menelusuri langsung ke Desa Bestala. Namun, sayang saja saat ini pohon durian dengan rasa buah durian terbaik sudah punah karena roboh dihantam bencana angin beberapa waktu lalu.

“Saya sudah turun langsung ke Desa Bestala untuk mencari durian yang paling enak di sana. Tetapi katanya durian yang paling enak dengan kualitas nomor satu dan dua sudah tidak ada karena tumbang kena puting beliung dua tahun yang lalu. Sekarang masih ada dengan kualitas nomor tiga lah kira-kira,” ungkap Bupati Agus saat dialog interaktif di sebuah stasiun radio swasta di Singaraja, Selasa 8 Januari 2018.

Upaya pengembangan Durian Bestala itu, menurut Bupati Agus, merupakan salah satu prioritas agenda kebijakan Pemkab Buleleng di Bidang Pertanian.

Pada dialog yang bertajuk “Membangun Buleleng dengan Semangat Baru” itu, Bupati yang popular dengan sebutan PAS ini mengakui sudah melakukan pembibitan durian Bestala dari jenis buah dengan kualitas terbaik yang masih ada saat ini.

“Kami akan lakukan pembibitan durian Bestala ini secara massal dengan menggunakan jenis buah terbaik yang ada saat ini. Dengan demikian nantinya Buleleng akan punya ikon di bidang pertanian,” tambahnya.

Menurutnya Buleleng ini memiliki tanah yang sangat subur yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Bali. Beberapa produk pertanian yang bisa dikembangkan dan berpotensi menjadi unggulan antara lain Jambu Kristal dan Anggur Hitam. Bahkan, dengan bangga Bupati Agus mengatakan bahwa Anggur hitam hanya bisa dikembangkan di Buleleng, tidak bisa dikembangkan daerah Bali.

“Pengembangan setelah panen sebenarnya menjadi kunci dari pengembangan pertanian kita. Kalau soal pengembangan dan pemupukan itu tidak terlalu berat masalahnya. Untuk meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas buah tidak sulit. Masalahnya adalah setelah panen dan pola distribusi saja,” ungkap Bupati.

Menyikapi permasalahan setelah panen tersebut, Bupati yang memasuki tahun ke-7 masa kepemimpinannya ini mengungkapkan telah memetakan pola baru dalam penanganan setelah panen raya. Pemkab Buleleng melalui dinas terkait akan melakukan breakdown terhadap pasar, salah satunya adalah memetakan jenis kebutuhan pasar.

Selain itu, lanjut Bupati Agus, Pemkab Buleleng juga akan membangun pasar Banyuasri sebagai pasar modern yang nantinya mampu menampung produk pertanian yang berkualitas. Kedepan, hanya produk-produk buah yang memiliki kualitas baik saja yang bisa dipasarkan di Pasar Banyuasri.

“Dengan terbitnya Pergub tentang pemasaran produk lokal, ini akan memudahkan produk-produk kita masuk ke hotel dan restoran. Saya juga sudah berbicara dengan Pak Gubernur terkait dengan rencana pembangunan iradiasi gamma di Buleleng, dan Pak Gubernur akan mencarikan dana melalui CSR,” terang Bupati. |NP|