Ibu dan Anak Perempuan Tewas di Dasar Jurang Sedalam 19 Meter

Aparat kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban kecelakaa di Desa Gitgit |Foto : Dokumen Koranbuleleng.com|

Polisi melakukan evakuasi jenasah korban kecelakaan yang menewaskan seorang ibu dan anak perempuannya di Jalan raya Gitgit, Sukasada, Buleleng, Bali. |Foto : Istimewa|

Singaraja, koranbuleleng.com| Kecelakaan lalulintas tunggal terjadi di Jalan Singaraja-Denpasar tepatnya di Dusun Pererenan Bunut Desa Gitgit Kecamatan Sukasada menewaskan ibu dan seorang putrinya, Sabtu, 12 Januari 2019. Kedua korban tewas di tempat, setelah sepeda motornya terjun ke dalam jurang sedalam 19 meter.

Sepeda motor dengan nomor polisi DK 4778 AAA yang terlibat kecelakaan lalulintas tunggal itu, dikendarai Failasuf Mascatty warga Kelurahan kampung Bugis Kecamatan Buleleng, dengan membonceng Istrinya Alhidayah bersama dengan tiga orang putrinya masing-masing Zahirah Mascatty, Zaheen Mascatty, Zafira Mascatty.

Komang Budiarta warga setempat menuturkan, kejadian itu terjadi sekitar pukuk 18.00 wita. Tidak ada yang mengetahui persis kejadian tersebut. Namun tiba-tiba terdengar suara benturan yang keras. Ia bersama dengan beberapa rekannya pun mendekatinya, hingga kemudian diketahui satu keluarga yang menggunakan sepeda motor  terlibat kecelakaan lalulintas.

Saat didekati, kelima korban sudah berlumuran darah. Seorang warga juga mencoba memastikan kondisi kelimanya, hingga kemudian diketahui dua orang yakni Ibu dan seorang Putrinya sudah tewas. Ketiga orang korban lainnya pun segera dievakuasi untuk kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng.

“Saya lihat dua orang sudah meninggal, kemudian akhirnya saya putuskan tiga orang yang masih bernafas segera dibawa ke Rumah Sakit. Saya kemudian memberhentikan mobil yang lewat dan meminta mengantar,” tututnya.

Budiarta bersama dua rekannya pun ikut masuk kedalam mobil dan mengantarkan tiga korban yang masih bernafas ke RSUD.

“Itu bapaknya dan satu anaknya tidak sadarkan diri, dan satu anaknya lagi terus saja menangis karena kesakitan,” Ujarnya.

Akibat kejadian itu, Sang Ibu Alhidayah dan Putrinya Zafira Mascatty tewas akibat sejumlah luka dibeberapa bagian tubuhnya. Sementara Failasuf Mascatty Sang Ayah mengalami luka serius, patah tulang dada, dan cedera kepala ringan. Sedangkan dua putrinya yakni Zahirah Mascatty mengalami luka di perut, luka pada leher. Dan Zaheen Mascatty, mengalami luka terbuka pada kepala, dan luka pada pelipis kiri. Hingga kini, ketiganya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng.

Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari menjelaskan, korban bersama keluarganya itu dengan sepeda motor miliknya melaju dari arah Selatan menuju ke Utara dengan kondisi jalan menurun. Saat akan memasuki tikungan, pengendara tidak bisa mengendalikan sepeda motor miliknya. Hingga kemudian motor melaju lurus dan terjun ke dalam jurang sedalam 19 meter. Kelima orang yang ada di motor itupun ikut terjun bersama motor tersebut.

“Cuaca pada saat dikejadian mendung, sedangkan kondisi jalanan basah dan licin karena setelah hujan,” Jelasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pasti penyebab kejadian itu. Barang Bukti berupa sepeda motor milik korban juga masih dibiarkan di lokasi kejadian, karena proses olah lokasi kejadian akan dilakukan Minggu, 13 Januari 2018. |RM|