Warga Pangkung Paruk Dibantu Sumur Bor Atasi Krisis Air Bersih

Seorang ibu rumah tangga di Dusun Kembang Sari setiap hari harus antre air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Saat ini, pengaruh musim hujan masih membuat debit air besar, namun jika musim kemarau kran-kran umum ini tidak bisa mengucurkan air bersih. |Foto ; Nova Putra/dokumen redaksi|

Singaraja, koranbuleleng.com |  Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng pihak swasta untuk membantu penanganan krisis air bersih di Desa Pangkung Paruk. Melalui dana CSR, Pemerintah bersama swasta menyerahkan bantuan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami oleh warga Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt.

Sumur bor baru diserahkan untuk satu titik saja, namun Kementerian ESDM meminta Pemkab Buleleng segera mendata wilayah yang alami krisis air bersih agar Kementerian ESDM bisa menyalurkan bantuan yang sama.


Penguntingan pita oleh Chief Financial Officer Star Energy Geothermal, Hendra S Tan, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Direktur Panas Bumi, Direktorat Jendral (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng menandai pemberian bantuan sumur bor untuk atasi krisis air bersih di Desa Pangkung Paruk, Seririt. |Foto : Humas Buleleng|

Penyerahan bantuan ini diserahkan oleh Chief Financial Officer Star Energy Geothermal, Hendra S Tan kepada Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Senin 21 Januari 2019. Penyerahan disaksikan langsung oleh  Direktur Panas Bumi, Direktorat Jendral (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng.

Ida menjelaskan bantuan sumur bor bagi desa Pangkung Paruk merupakan bagian dari 1700 bantuan sumur bor yang telah diserahkan di sejumlah daerah di Indonesia. Namun bantuan CSR baru diserahkan di Desa Pangkung Paruk saja, sementara daerah lainnya mendapatkan bantuan dari dana APBN dengan program penyediaan air bersih Kementerian ESDM.

“Untuk di Pangkungparuk ini merupakan bantuan CSR dari PT. Star Energy Geothermal,” jelasnya.

Kementerian ESDM mengharapkan bantuan ini dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat Desa Pangkungparuk.

Ida menambahkan agar, kepala daerah bisa mengajukan usulan bantuan pada titik lainnya langsung kepada Menteri ESDM sehingga dapat diberikan bantuan.

“Khususnya pada daerah di Kabupaten Buleleng yang masih mengalami kesulitan air bersih,” ungkap Ida Nuryatin Finahari.

Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan pengentasan permasalahan kebutuhan air bersih juga sudah dilakukan oleh Pemkab Buleleng secara maksimal.

Upaya penanganan tersebut telah dilakukan melalui Penyediaan Air Minum (PAM) Desa maupun melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Permasalahan kebutuhan air minum sudah kami upayakan untuk ditangani secara maksimal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survey yang diterimanya, mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini menambahkan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki banyak sumber air di dataran rendah dari ujung timur ke ujung barat.

 “Kalau Ibu Direktur mau menambah sumur bor di Buleleng, saya yakinkan akan mendapatkan banyak air,” pungkas Agus Suradnyana.|NP|