Buleleng Masih Berusaha Bangun Sektor Pertanian dan Tanggulangi Kemiskinan

Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD di ruang rapat Bappeda Litbang

Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak 500 buah tas habis terjual hanya dalam waktu setengah jam dalam pasar Pangan Lokal yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jumat 8 Februari 2019. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng yang memfasilitasi pemasaran produk tas dari Wirausaha Muda Singaraja (WMS) kepada konsumen.   

Kerjasama ini sebagai upaya dari Pemerintah Kabupaten Buleleng mewujudkan Bali terbebas dari sampah plastik. Gubernur Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.  

Tas yang diproduksi oleh WMS tersebut berbahan dari non plastik yang diklaim ramah terhadap lingkungan.

Kepala Diskop UKM Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Swatantra  MMA menjelaskan  pembuatan tas ramah lingkungan ini tujuannya untuk mendukung peraturan Gubernur Bali tentang pembatasan sampah plastik dan mendorong masyarakat untuk mengurangi atau membatasi penggunaan tas plastik guna menjaga  lingkungan  dalam mengurangi sampah plastik.

Swatantra mengklaim ide pembuatan tas ramah lingkungan ini datang dari  Diskop UKM Kabupaten Buleleng dan bekerjasama dengan WMS sebagai wadah perkumpulan para pengusaha muda dan UKM di Buleleng.  

“Kita berharap, pemanfaatan tas ramah lingkungan ini bisa lebih memasyarakat dengan cara menjual secara missal dalam kegiatan pasar lokal atau pameran seperti ini,” ujar Swatantra.

Selain dijual di tempat pameran, tas ini juga bisa dibeli di Sekretariat WMS dengan harga Rp 10 ribu. Selanjutnya untuk masalah desainnya atau warna masih dalam proses kedepan. “Penjualan tas ini adalah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi timbunan sampah plastik sesuai dengan Pergub yang sudah terbit,” ucap salah satu perwakilan dari WMS, Gede Richard Pramudita.

Sementara itu Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng , Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengungkapkan tas ramah lingkungan ini dapat membantu mengurangi limbah plastik atau kresek plastik yang digunakan masyarakat.” Produksi tas ini kami dukung, sehingga permasalahan sampah plastik dapat dikendalikan,” pungkasnya. |NP|