Pedagang Pasar Tumpah Hanya Mendapatkan Satu Lapak

Pasar tumpah Banyuasri, Singaraja

Singaraja, koranbuleleng.com| Para pedagang Pasar tumpah Banyuasri akan menjadi prioritas untuk direlokasi dan menempati lokasi di lambung timur terminal. Pasalnya, lokasi sekarang yang ditempati untuk aktivitas akan dibangun untuk Pasar darurat.

Proses pembangunan Pasar Darurat sesuai dengan hasil lelang akan mulai berlangsung 16 Mei 2019 mendatang, dan akan dikerjakan selama 45 hari. Selanjutnya, para pedagang yang ada dalam areal pasar maupun pedagang pasar tumpah akan segera mempersiapkan diri untuk direlokasi.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta PD Pasar Buleleng telah melakukan sosialisasi kepada pedagang. Salah satu prioritas yang akan menjadi perhatian adalah para pedagang Pasar Tumpah.

Pasalnya, pedagang pasar tumpah selama ini melakukan aktivitas dengan memanfaatkan Lambung Barat Terminal Banyuasri. Sementara disatu sisi, lokasi itu akan didirikan bangunan untuk menampung para pedagang yang sekarang ini menempati Pasar Banyuasri. Pedagang pasar tumpah yang diperkirakan mencapai 300 lebih itu nantinya akan pertama kali direlokasi dan selanjutnya melakukan aktivitas jual beli dengan memanfaatkan lambung timur Terminal Banyuasri.

“Ketika mereka sudah menempati lambung timur, semua pedagang akan disamaratakan untuk mendapatkan satu lapak saja. Karena selama ini kan ada satu pedagang yang mendapatkan lebih dari satu lapak, dan ini yang akan mulai kita sosialisasikan,” ujar Dirut PD Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana.

Sementara terkait dengan rencana Pembangunan Pasar Darurat hingga pelaksanaan Revitalisasi Pasar Banyuasri, Agus Yudi memastikan bahwa semua pedagang sudah menerima. Terlebih lagi kata Dia, Pemkab Buleleng telah melakukan sosialisasi secara detail.

“Dari hasil sosialisasi, keinginan pedagang meminta supaya pemberitahuan untuk relokasi tidak mendadak. Kemudian ada juga pedagang yang ingin memastikan bahwa tempat mereka nantinya tidak berubah dan pindah, termasuk meminta kepastian tidak ada retribusi dalam bentuk apapun saat revitalisasi selesai,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dari proses lelang yang dilakukan, BLP telah menetapkan PT. Sida Dadi Prakanti sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp1.271.894.606. Sesuai dengan hasil tender, pemenang akan menandatangani kontrak kerja 16 Mei 2019 mendatang. Dengan penandatanganan kontrak tersebut, rekanan pun sudah langsung bisa melaksanakan pembangunan pasar darurat. Pihak rekanan akan melaksanakan pembangunan selama 45 hari, sehingga diharapkan 30 Juni 2019 mendatang, pasar darurat sudah rampung. |RM|