Petani Subak Gede Padang Bulia Panen Padi Sehat

Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra melakukan panen padi sehat m400 di Subak Gede Padang Bulia

Singaraja, koranbuleleng.com | Petani di Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada melakukan panen perdana padi sehat varietas m400, Jumat 24 Mei 2019. gabah yang dihasilkan sebanyak 9 ton per hektar  dibandingkan sebelumnya dari varietas yang lama  sebanyak 6,2 ton. Varietas m400 telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian setelah melalui riset oleh Himpunan Kerukanan Tani Indonesia (HKTI).

Klian Subak Gede, Desa Padangbulia, Nyoman Pasek Merta mengungkapkan, untuk luas areal tanam percobaan padi sehat m400 seluas 1,4 hektar.

Untuk keunggulan padi sehat m400 adalah jika tanam pada musim penghujan batangnya sangat kuat dan isi bulirannya panjang serta umur tanam sampai panen lamanya 3,5 bulan.

Ia pun mengharapkan kepada pemerintah kedepan agar memberikan subsidi benih dan subsidi pupuk organic karena untuk lahan basah di desa setempat sangat banyak. “Untuk hasil dari m400 kali ini terdapat peningkatan yang sebelumnya 6,5 ton per hektar menjadi 9 ton per hektar,” pungkasnya.

Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG menghadiri secara langsung panen perdana di Desa Padang Bulia.

Menurut Sutjidra, sektor pertanian di Kabupaten Buleleng memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah.  Melihat kondisi tersebut, Pemkab Buleleng menjadikan pertanian sebagai prioritas pembangunan dalam meningkatkan perokonomian masyarakat Buleleng dengan mengintegrasikan dan mengoptimalisasikan dari hulu sampai ke hilir.

Pemerintah kabupaten Buleleng telah memprogramkan bidang pertanian melalui jalan pembinaan pertanian di 3 desa  tiap kecamatan dalam rangka memperdayakan para petani untuk meningkatkan produktivitas.  

Wabup berharap para petani dapat mengkombinasikan antara pupuk kimia dengan pupuk organik kemudian nantinya murni memakai pupuk organik. “Hasil dari padi yang memakai pupuk organik dapat meningkatkan hasil dengan nilai tawar yang lebih tinggi,” ucap Wabup Sutjidra.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta menjelaskan, Dinas Pertanian telah menyiapkan program subsidi benih dan pupuk dari tahun ke tahun dengan menggunakan sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dalam sistem ini dijelaskan sebelum melakukan penanaman, pupuk yang akan diperlukan harus ditentukan jumlahnya terlebih dahulu, kemudian nantinya akan disubsidi.

“Ada subsidi pupuk urea dan pupuk organik, nanti kita akan membentuk kerjasama antara produsen pupuk dengan para peternak penghasil pupuk organik,” jelasnya. |NP|