Sugix Anantra Rilis Instrumentalia Kedua Terinspirasi dari Janger

Sugix Anantra

Singaraja, koranbuleleng.com | Sugix Anantra, gitaris asal Buleleng kembali merilis single dan video klip. Pria yang menjuarai ajang kompetisi gitar bergengsi Ibanez Flying Fingers Indonesia tahun 2018 kini mengangkat tema yang lebih tradisional tentang Bali, yakni Janger.

Karyanya kali ini memadukan unsur musik tradisional dengan modern,  identik sekali dengan sound distorsi yang terdengar garang sehingga kesannya berbeda dengan lagu instrumental pada umumnya.

Sugix menjelaskan sebenarnya lagu ini merupakan instrumental dari Trilogi (Trio Lokal Gitaris). Trilogi beranggotakan Sugix Anantra, Dewa Satria, dan Raditya Wijaya dan diproduseri salah satu virtuoso gitar dari Buleleng Gde Kurniawan Wisesa. Instrumentalia inipun pernah ditampilkan Trilogi saat  meanggung di Jakarta Guitar Festival pada tahun 2013 silam.

Menurut Sugix, Instrumentalia Janger ini diangkat karena keinginan besar untuk menjaga dan melestarikan Janger melalui komposisi musik.

Pada sisi tertentu, kata Sugix memang ada perubahan aransemen sehinga lahirlah instrumental musik seperti yang dilahirkan saat ini.

“Kalau dulu kan formatnya saya main gitar bertiga dengan bagian part yang berbeda, tp sekarang saya rubah aransemen lagu ini dengan versi saya sendiri,” ujarnya

Proses penggarapan lagu dilakukan sendiri mulai dari membuat drum midi, rekaman bass, rekaman gitar, sampai dengan mixing dan mastering dilakukan secara mandiri di home recording miliknya.

Berbekal pengetahuan seadanya tentang dunia recording, Sugix pelan-pelan mengerjakan lagu ini dengan mencari tutorial di internet. “Saya baru pertama kali mengerjakan recording sendiri lewat lagu ini dan semoga hasilnya bisa memuaskan,” tambahnya.

Sugix berharap kedepannya bisa tetap berkarya dan dapat memberi warna yang berbeda bagi penikmat musik dimanapun. Karena baginya tujuan utamanya dalam bermusik adalah punya karya dan memberikan kebanggaan tersendiri ketika karyanya dapat dikenal dan dinikmati oleh semua orang.  

“Dari dulu saya ingin punya karya sebanyak-banyaknya karena itu tujuan saya dalam bermain musik. Laku atau tidak saya tidak memikirkan itu yang penting saya tetap berkarya sesuai kemampuan saya,” tutupnya.|NP|