Perlu Sinergi Antar Instansi Untuk Perbaikan Danau Buyan

Danau Buyan |FOTO : DWIK |

Singaraja, koranbuleleng.com | Penanganan dan perbaikan lingkungan di Danau Buyan, Desa Pancasari perlu sinergi dan komunikasi yang terarah antar instansi yang berwenang. Selama ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang mempunyai kewenangan dalam pengelolaan kawasan Danau Buyan. Sementara Pemkab Buleleng  yang tidak mempunyai kewenangan untuk mengelola dan memperbaiki kondisi yang ada justru memerlukan agar wilayah Danau Buyan tetap lestari.

Dari kondisi itu, diperlukan sinergi, komunikasi yang terarah antar instansi agar penanganan, pengelolaan dan penataan Danau Buyan bisa lebih baik dan menjadi daya tarik wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik atau mancanegara.

Pemkab Buleleng menggelar rapat koordinasi dengan Pusat Pengendalian Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Selasa 9 Juli 2019.  Rapat koordinasi ini membahas tentang penanganan kawasan Danau Buyan. Dari Pemkab Buleleng dihadiri oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng I Putu Karuna, SH.

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng I Putu Karuna, SH mengatakan Buleleng memiliki Sumber Daya Alam seperti Danau Buyan dan Tamblingan, namun kewenangan dalam mengelolanya tidak sepenuhnya dimiliki oleh Pemkab Buleleng.

Meskipun demikian, kata Karuna, Pemkab Buleleng  melakukan berbagai upaya agar bisa menjaga kelestarian SDA tersebu. Salah satunya dengan bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai pemilik kewenangan.  

“Karena pernah kemarin setelah kami berbuat untuk upaya pelestarian, disana justru disalahkan oleh pemeriksa, karena kami tidak memiliki kewenangan” katanya.

Menurutnya, kerjasama antara Pemkab Buleleng dan BKSDA bisa bersinergi dan memberikan manfaat baik dalam obyek yang digarap maupun kepada masyarakat disekitarnya.

Selama ini, terjadi sedimentasi yang sangat tinggi sehinga berpengaruh terhadap kualitas air Danau Buyan dan Tamblingan. Disisi lain, harus ada edukasi kepada masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga lingkungan sekitar Danau Buyan supaya tidak terjadi degradasi lingkungan.”Yang jelas kita sama-sama mengupayakan solusi solusinya” kata Karuna.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng Ariston Pamungkas mengungkapkan, pertemuan antara Pemkab Buleleng bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara untuk mengetahui sampai sejauhmana upaya yang dilakukan Pemkab Buleleng maupun instansi vertikal terhadap Danau Buyan dan Tamblingan.

Sejauh ini, Dinas Lingkungan Hidup sudah mengalokasikan 19 tenaga kebersihan yang ada di danau buyan dengan tugas membersihkan gulma seperti eceng gondok yang ada di Danau Buyan. Eceng gondok itu juga digunakan untuk bahan pupuk organik. |R/NP|