Patung Raden Soekemi Lama di Ganti Patung Baru Berbahan Logam

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Buleleng melakukan penataan terhadap Kawasan Soekarno Heritage di Jalan Veteran Singaraja. Penataan akan dilakukan dengan memasang Patung Raden Soekemi Sosrodiharjo berbahan dari logam. Sementara, patung yang lama telah alami perapuhan dan segera dibongkar.

Di kawasan Jalan Veteran Singaraja tepatnya di depan SDN 1 dan 2 Paket Agung sebelumnya memang sudah terpasang Patung Raden Soekemi Sosrodiharjo setinggi 150 centimeter dengan berbahan beton bertulang. Patung tersebut dipasang pada jaman kepemimpinan Bupati Buleleng, Putu Bagiada. 

Alasan pemasangan patung tersebut, karena Raden Soekemi mempunyai hubungan sejarah dengan sekolah dan kawasan Paket Agung. Dia pernah mengajar di sekolah itu sampai dalam perjalanan hidupnya mempersunting gadis Bale Agung, Nyoman Rai Srimben.

Sekolah tersebut, adalah sekolah rakyat pwrtama di Bali. Sekitar tahun 1875 sekolah tersebut telah berdiri dengan nama sekolah rakyat (SR).

Di sekolah inilah,  Ayah dari Soekarno,  yakni Raden Soekemi Sosrodiharjo pernah mengajar. Hingga kemudian Ia harus kembali ke Pulau Jawa bersama dengan keluarganya.

Kondisi SR yang kini telah bernama SDN 1 dan 2 Paket Agung masih sangat terjaga. Walaupun kondisi sekolah sudah mengalami banyak perubahan, namun bangunan ruang kelas, masih tetap sama dengan kontruksi bangunannya terdahulu. 

Dari sepenggal petikan sejarah itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng kemudian menetapkan SDN 1 dan 2 Paket Agung menjadi bagian dari Kawasan Promosi Soekarno Heritage.

Kini, untuk mempercantik kawasan tersebut, Dinas Perkimta Buleleng melakukan penataan ulang.

Sekretaris Dinas Perkimta Buleleng Gede Melanderat menjelaskan, untuk upaya penataan pihaknya menyiapkan anggaran senilai Rp195.891.000. Dengan besaran dana tersebut, Dinas Perkimta kemudian melakukan penunjukkan kepada CV. Ulangi Karya.

Sesuai dengan kontrak, pekerjaan penataan Kawasan Promosi Soekarno Heritage tersebut digarap sejak 1 Agustus selama 90 hari.

“Jadi karena nilainya kurang dari Rp200 juta, sistemnya penunjukkan langsung. Dan ini yang kami lakukan penataan adalah untuk pembuatan taman, pagar, pedestal, dan patung Raden Soekemi,” jelasnya. Menurut Melanderat, khusus untuk patung nantinya akan diganti dengan bentuk setengah badan berbahan logam dengan tinggi 1 meter.

Pergantian Patung memang harus dilakukan karena patung sebelumnya sudah mengalami pelapukan. 

“Jadi kami ingin menyajikan dan memberikan ruang yang artistik, karena lokasinya memang sempit dan berada di pinggir jalan. Sehingga perlu ditata ulang agar lebih asri dan indah, karena ini akan menjadi bagian dari Kawasan Soekarno Heritage,” ucapnya. |RM|