Mancing Tak Cukup Modal Sabar Karena Hasil Tergantung Keberuntungan

Peserta Pasraa Fish Tournamen mendapatkan ikan kerapu

Singaraja, koranbuleleng.com | Arena Pagelaran Seni dan Budaya Rakyat Banjar atau PASRAJA diramaikan oleh 73 pemancing dari berbagai daerah di Bali dalam lomba Pasraja Fishing Tournament. Kebetulan, Pasraja 2019 ini mengangkat tema “Manik Segara” yang dimaknai menggali potensi bahari.

Dan pihak panitia menggelar agenda lomba mancing. Ternyata, yang ikutan dari berbagai kalangan, hingga pemancing professional alias mania.

Secara umum, potensi bahari kabupaten Buleleng terbentang luas dari ujung timur hingga di barat. Tak dipungkiri, mahaluas potensi kelautan ini menjadikan surga bagi para pemancing mania. Tak tanggung-tanggung, para pemancig di arena Pasraja sudah mensetting tali pancing hingga kedalaman 200 – 300 meter.   

Cerita tentang pemancing mania, salah satunya datang dari Kadek Budi Suharta alias Kum-kum. Walaupun telat datang dari jadwal lomba, dia santai saja. Peralatan pancingnya lumayan keren karena harganya juga lumayan tinggi. “Kalau satu pancing ini bisa total harga lebih dari enam juta,” katanya.

Namun, kata Kumkum, harga alat pancing mahal tak serta merta bisa gampang mendapatkan ikan, segampang membakar ikannya itu sendiri. Bahkan, modal sabar juga  tidak cukup untuk memancing. “Semua tergantung keberuntungan saja,” katanya meyakinkan.  

Kumkum sudah mensetting tali pancingnya untuk kedalaman 250 meter. Dia tengah lautan bersama seorang nakhoda perahu asal Kaliasem. Namun, seperti pengalamannya, memancing tergantung dari keberuntungan saja.

“Dan hari ini kita gagal, kita ulang besok hari,” katanya tertawa.

Beda cerita dari pemancing lainnya, Wisnu. Dia mujur. Wisnu mendapatkan dua ekor ikan kerapu dari kedalaman 200 meter hanya dalam 3 jam.

Timnya ada tiga orang dalam satu perahu. Hanya dalam dua jam, dengan tehnik jigging dan umpan metal jig 45 Feat mereka mujur mendapatkan dua ikan karang itu.  Menurut Wisnu, ada banyak varian ukuran untuk metal jig, mulai dari 0 feet-30 feet hingga 0 feet – 12 feet.   

Timbang ikan hasil pancing para peserta PASRAJA Fishing Tournamen

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Mancing Pasraja, Cok Aditya WP mengaku lomba ini adalah pertama kali digelar di PASRAJA. Menyesuaikan dengan tema even dan potensi bahari di kecamatan Banjar hingga tercetus untuk menggelar even turnamen mancing.

“Potensi bahari di Buleleng sangat bagus. Namun, potensi ini harus kita jabag baik-baik, nmanfaatkan potensi itu dengan cara cara yang ramah lingkungan,” kata Cok Aditya.

Pihak panitia menyediakan hadiah bagi tiga pemenang. Pemenang dipilih berdasarkan ikan dengan bobot terberat. Juara pertama diraih oleh Pemancing atas nama Dedi dengan bobot ikan mencapai 13,5 kilogram, pemenang kedua diraih oleh pemancing atas nama Komang Agus Adiputra alias Kejos dengan bobot ikan yang didapat mencapai 11,5 kilogram, dan pemenang ketiga diraih oleh pemancing atas nama Wisnu denan bobot ikan mencapai 7,5 kilogram.

Juara pertama mendapatkan hadiah Rp2,5 juta, juara kedua dengan hadiah Rp1,5 juta dan juara ketiga dengan hadiah Rp1 juta. Pihak panitia juga memberikan bonus bagi kapten terbaik dengan nilai bonus Rp500 ribu.  

para jawara Pasaja Fishing Tournamen

Cok juga mengatakan bahwa, potensi bahari ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga tradisi masyarakat pesisir. Di kalangan warga nelayan di Kaliasem, biasanya secara madniri menggelar balapan bonangan, yakni perahu kecil yang biasa digunakan oleh para nelayan untuk memancing ikan ditengah laut dengan jarak dekat dari wilayah pesisir.

“Tahun depan, bonangan race ini akan kita agendakan dengan konsep-konsep yang baru,” kata Cok. |NP|