Hujan Es dan Puting Beliung Terjang Busungbiu

Singaraja, koranbuleleng.com| Warga di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu dikagetkan dengan turunnya hujan es yang terjadi Sabtu, 9 November 2019. Ketika hujan es mereda, warga kemudian dikagetkan dengan terjadinya angina putting beliung yang merusak rumah warga setempat.

Fenomena hujan es tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 Wita. Suasana mendung saat itu memang diperkirakan warga akan turun hujan. Namun justru hujan yang turun membuat suara atap yang cukup keras berbeda ketika hujan seperti biasanya. Ketika beberapa warga menengok keluar, ternyata hujan dibarengi dengan jatuhnya butiran es burukuran kecil. Fenomena aneh itu berlangsung sekitar lima menit.

“Dari laporan warga kami memang sempat terjadi hujan es, ini fenomena langka tadi memang turun hujan deras,” jelas Camat Busungbiu Gede Putra Aryana.

Sementara itu, setelah hujan es itu reda, warga justru dikagetkan dengan terjadinya angina putting beliung. Angin tersebut merusak rumah warga. Tercatat, beberapa rumah milik warga di Desa Busungbiu mengalami kerusakan pada bagian atap.

Rumah yang rusak itu milik Nyoman Suparsa dan Kadek  Ardana warga Banjar Dinas Tengah, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu. Rumah milik Kadek Ardana mengalami kerusakan bagian atap dapur dan kamar mandi, sedangkan rumah milik Wayan Arsana rusak pada keseuruhan atap.

“Yang paling berat itu rumah milik Wayan Arsana yang seluruh atapnya diterbangkan angin dan jatuh dilahan 15 meter dari lokasi kejadian. Tiga rumah lainnya kerusakannya ringan, dan tidak ada korban jiwa,” kata Putra Aryana.

Sementara itu Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ketut Susila membenarkan fenomena hujan  es yang terjadi di Desa Busungbiu. Pihaknya pun belum dapat memastikan penyebab pasti hujan es yang merupakan fenomena alam langka di Buleleng.

“Belum tahu juga penyebabnya apa, memang situasinya tidak menentu kejadian alam unik-unik,” jelasnya.

Disisi lain, seluruh korban angin puting beliung sejauh ini sudah diasesment untuk mendaatkan bantuan dan diajukan ke BPBD provinsi atau ditangani oleh Kabupaten sesuai dengan tingkat kerusakannya. Dari pendataan sementara BPBD Buleleng, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut mencapai Rp30 juta. |RM|